Tangsel Benahi Keranggan 23 Hektare, Infrastruktur Lengkap Ditarget Rampung Akhir 2026

Pemerintah Kota Tangerang Selatan menata kawasan Keranggan seluas 23 hektare di Kecamatan Setu menjadi Kampung Kota dengan fokus pembangunan infrastruktur dasar.

Tangsel Benahi Keranggan 23 Hektare, Infrastruktur Lengkap Ditarget Rampung Akhir 2026
Bacakan Artikel

TANGSEL –Kawasan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun ini ditata secara maksimal menuju Kampung Kota. Konsepnya infrastruktur dasar seperti, jalan, drainase hingga penerangan jalan umum (PJU) dibangun secara apik.

Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan kawasan ini masuk kategori Rural Urban Undeveloped Area. Yaitu zona transisi antara wilayah perdesaan dan perkotaan  didominasi lahan terbuka, kawasan hutan atau belum tersentuh pembangunan. Karena itu, kawasan Keranggan memerlukan penataan agar memiliki standar lingkungan yang setara dengan kawasan permukiman.

"Kawasan kampung kota ini membutuhkan sentuhan pembangunan infrastruktur. Dengan penataan ini kami berharap kualitas lingkungan dan hunian masyarakat menjadi lebih baik, lebih rapi, dan lebih tertata," ujarnya, saat meninjau lokasi bersama jajaran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta), baru-baru ini 


Program penataan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar  mencakup pembangunan jalan lingkungan menggunakan paving block, pembangunan drainase U-Ditch berukuran 30 x 30 sentimeter dan 40 x 40 sentimeter sepanjang sekitar 4 kilometer. 

"Termasuk pemasangan dinding penahan tanah (DPT), pembangunan pagar pengaman di titik-titik rawan, pembangunan gapura, serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU) berbasis tenaga surya," ia merinci.


Seluruh pekerjaan tersebut akan menjangkau lima rukun warga (RW) dan 12 rukun tetangga (RT) di Kelurahan Keranggan. Dengan luas mencapai 23 hektare. Target pembangunan rampung pada Desember 2026.

"Proses pembangunan telah dimulai. Material akan didatangkan dalam waktu dekat sebelum pekerjaan fisik dilakukan secara bertahap dengan target selesai pada Desember 2026," tambahnya.

Menurut Pilar, akses jalan utama menuju kawasan tersebut sudah diaspal pada tahun sebelumnya. Oleh karena itu, penataan kali ini difokuskan pada jalan-jalan lingkungan di dalam permukiman.

"Paving block lama di jalan lingkungan akan dibongkar dan diganti dengan paving block baru bermotif tiga dimensi agar kawasan lebih rapi dan menarik," katanya.

Ia meminta seluruh pekerjaan diawasi secara ketat agar sesuai dengan perencanaan, baik dari sisi waktu maupun kualitas.

"Saya minta benar-benar diawasi sesuai dengan perencanaan. Jangan sampai ada keterlambatan maupun material yang belum terpasang hingga akhir tahun. Saya minta semuanya tuntas sesuai target waktu dan kualitasnya," tegasnya.

Selain membenahi infrastruktur dasar, Pemkot Tangsel juga membuka peluang pengembangan Kampung Kota Keranggan menjadi kawasan tematik berbasis potensi masyarakat. Pengembangan tersebut dapat diwujudkan melalui konsep UMKM, urban farming, bank sampah, maupun potensi lainnya sesuai usulan warga.

"Namun yang paling penting saat ini adalah menyelesaikan terlebih dahulu infrastruktur dasarnya. Setelah itu, kawasan ini bisa terus dikembangkan sesuai potensi masyarakat," pungkasnya. (adv).