Strategi Tangsel Tekan Stunting, Gizi Ibu Hamil hingga Balita Jadi Prioritas

Pemerintah Kota Tangerang Selatan di bawah kepemimpinan Benyamin Davnie memperkuat strategi percepatan penurunan stunting dengan fokus pada pemenuhan gizi sejak masa pra-kehamilan hingga balita.

Strategi Tangsel Tekan Stunting, Gizi Ibu Hamil hingga Balita Jadi Prioritas
Bacakan Artikel

TANGSEL–Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) secara serius mencetak generasi unggul lewat pemenuhan gizi. Upaya ini sebagai langkah mencegah stunting yang dimulai sejak dalam kandungan melalui layanan ibu dan anak.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menjelaskan stunting harus dicegah sejak sebelum anak lahir. Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing.

"Pencegahan stunting harus dimulai dari hulu, bahkan sejak masa persiapan kehamilan. Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, memastikan ibu hamil mendapatkan pendampingan, pemenuhan gizi, serta akses layanan kesehatan yang optimal," ujar Benyamin pada Selasa (14/7/2026). 

Pendekatan dilakukan sebagai bagian dari strategi membangun generasi yang sehat, berkualitas dan bebas stunting, dengan memastikan setiap calon ibu, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita mendapatkan layanan kesehatan dan pemenuhan gizi yang optimal.

"Dengan intervensi yang dilakukan sejak dini, kita berharap setiap anak di Tangerang Selatan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkembang secara maksimal," tambah ia.

Pemkot Tangsel mengoptimalkan berbagai intervensi yang berfokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hal ini dimulai dari pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita di Posyandu. Termasuk pemberian makanan tambahan bagi sasaran yang membutuhkan, edukasi gizi.

"Hingga pendampingan keluarga berisiko stunting melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK). Upaya itu melibatkan Dinas Kesehatan bersama perangkat daerah terkait," bebernya.

Tak hanya itu, upaya percepatan penurunan stunting juga diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tenaga kesehatan, kader Posyandu, TP PKK, pemerintah kecamatan dan kelurahan. Didukung berbagai pemangku kepentingan lainnya. 

"Sinergi tersebut bertujuan memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran dan mampu menjangkau masyarakat secara menyeluruh," tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan menurunkan stunting tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan. Tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, serta rutin memanfaatkan layanan Posyandu dan fasilitas kesehatan.

"Selain layanan kesehatan, Pemkot Tangsel juga terus mengintensifkan edukasi kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita mengenai pentingnya gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala. Upaya tersebut menjadi bagian dari intervensi promotif dan preventif agar potensi stunting dapat dicegah sejak dini," ia kembali menegaskan.


Tentu keberhasilan pencegahan stunting merupakan hasil kerja bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

"Investasi terbaik untuk masa depan Kota Tangerang Selatan adalah memastikan anak-anak kita tumbuh sehat sejak dalam kandungan hingga memasuki usia emas pertumbuhan. Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia dan bersama-sama menjaga kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi lahirnya generasi unggul," tutupnya. (adv).