Rayakan Hari Jadi 75 Tahun PDGI, 3.500 Siswa Sekolah Dasar Kota Tangsel Sikat Gigi Serentak

\nJadi pengalaman baru bagi 3.500 siswa dari 5 sekolah. Mereka melakukan aksi sikat gigi sama secara serempak. Para dokter gigi dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI)...

Rayakan Hari Jadi 75 Tahun PDGI, 3.500 Siswa Sekolah Dasar Kota Tangsel Sikat Gigi Serentak
Bacakan Artikel
\n

Jadi pengalaman baru bagi 3.500 siswa dari 5 sekolah. Mereka melakukan aksi sikat gigi sama secara serempak. Para dokter gigi dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Tangerang secara telaten mengajari gerakan membersihkan gigi, di SDN Jurang Mangu Timur, Rabu (22/1/2025).

\n\n\n\n

Ketua PDGI Cabang Tangerang Khairati menjelaskan gosok gigi bersama ini dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT)  ke 75 PDGI yang digelar di seluruh Indonesia, dengan menyelenggarakan bakti sosial berupa penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, sikat gigi bersama (sigiber) serta pemeriksaan dan pengobatan massal gigi dan mulut.

\n\n\n\n

“Kegiatan ini diharapkan memberikan motivasi anak-anak untuk bagaimana cara menjaga kesehatan giginya dan membiasakan cara  sikat gigi yang benar dan waktu yang benar,” ujar wanita yang pernah menduduki jabatan di lingkungan Pemkot Tangsel itu.

\n\n\n\n

Dengen tema \"Bergerak Bersinergi untuk Senyum Indonesia Berseri\" berlangsung di SDN Jurang Mangu Timur 02, dan empat titik lainya berlangsung di SDN Jurang Mangu Timur 01, SDIP Baitul Maal, SDIT Ar Ruhama dan MI Jami’yyah Islamiyah. Total keseluruhan 3.500 siswa dengan melibatkan 250 dokter gigi dan 15 perawat gigi. Satu sekolah jumlah siswanya mencapai 600 lebih.

\n\n\n\n

Mengapa begitu penting mengajari cara sikat gigi? Menurut drg Khairati karena gerakan yang dilakukan anak-anak banyak yang tidak tepat. Akibat salah gerakan saat sikat gigi, dampaknya karang atau sisa makanan disela gigi tidak bersih secara optimal.

\n\n\n\n

“Sejauh ini, banyak anak-anak saat sikat gigi, caranya belum benar. Yang paling sering adalah waktunya tidak pas. Sikat gigi biasanya pas mandi pagi. Padahal sikat gigi itu yang benar setelah sarapan pagi,”jelasnya.

\n\n\n\n

Selain itu, umumnya sikat gigi dilakukan saat mandi sore. Padahal yang tepat membersihkan gigi dengan sikat dan pasta adalah menjelang tidur malam. Artinya sebagai batasan untuk tidak mengkonsumsi makanan.

\n\n\n\n

“Kemudian mandi sore padahal yang benar sebelum tidur. Sehingga pada saat dia tidur giginya bersih. Minimal dua kali dalam satu hari,” ia didampingi drg Dahlia Nadeak mantan pejabat Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel.

\n\n\n\n

Nampak beberapa dokter gigi yang pernah menjabat sebagai kepala puskesmas di sejumlah wilayah di Kota Tangsel turut mensukseskan helatan besar ini. Sabung Khairati, dampak tidak benarnya sikat gigi, pertama akan terjadi karies atau lobang gigi. Misalnya saat pagi mandi kemudian sikat gigi, lalu melakukan sarapan dan sisa-sisa makannya masih ada di mulutnya hingga sore hingga malam tidak sikat gigi lagi. Maka dapat dipastikan  akan terjadi karies.

\n\n\n\n

“Karena sisa-sisa makanan akan mengundang berkembangnya kuman sehingga terjadi lubang. Kalau lubangnya dalam sampai ke saraf akan merasakan sakit. Maka anak-anak tidak akan bisa makan secara maksimal. Imbasnya gizi tidak akan terserap dengan baik,” ujar wanita murah senyum itu.

\n\n\n\n

Sejurus dengan itu, semakin sering tidak gosok gigi maka semakin terjadi penumpukan karang. Kendati setiap orang berbeda-beda kekerasan gigi dan daya tahan tubuhnya. Meski sebenarnya mulut memiliki cara membersihkan sendiri tapi, tidak semua orang bisa menjaga kebersihannya dengan hanya makan buah  atau sikat gigi secara teratur.

\n\n\n\n

“Harapan kami bagi para orangtua mengingatkan Kembali, meski di sekolah sudah diingatkan. Tapi kalau sudah di rumah tidak diingatkan oleh orangtuanya, maka  kebiasaannya itu tidak akan terbiasa lagi bagi mereka. Kita berharap anak-anak yang hadir ini akan menjadi ibu nantinya, dan bisa mengajarkan cara sikat gigi yang benar,” pesannya.

\n\n\n\n

Sederet pejabat yang hadir, Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) pada Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Ridwan, Lurah Jurang Mangu Timur Ahmad Gozali, Kepala SDN Jurang Mangu Timur 02 Hj Aminah beserta semua guru dan empat kepala sekolah di wilayah kerja Puskesmas Jurang Mangu. Juga  Kepala Puskesmas Jurang Mangu drg Asih terlihat sangat antusias, dalam kesempatan itu dirinya menyampaikan ucapan banyak terima kasih atas kepercayaan dalam penyelenggaraan hajat besar ini.

\n\n\n\n

“Terima kasih karena kami sudah dipercaya mengadakan gebyar pengabdian masyarakat  dalam rangka kegiatan ulang tahun PDGI ke 75 ini. Hari ini bertepatan dengan ulang tahun PDGI maka, Alhamdulillaahnya PDGI Cabang Tangerang mengadakan kegiatan dengan melibatkan 5 sekolah di wilayah kerja Puskesmas Jurang Mangu dengan 3500 siswa serta sekitar 250 dokter gigi dan 15 terapis gigi dan mulut serta guru-guru di sekolah,”  ujarnya. 

\n\n\n\n

Tentunya dengan harapan, di tahun 2030 nanti, Indonesia sudah benar-benar bebas karies tidak ada lagi anak-anak yang memiliki gigi berlubang serta kondisi rongga mulut yang sehat.

\n\n\n\n

“Semoga, apa yang kita lakukan saat ini bisa bermanfaat bagi semua,” doanya.

\n\n\n\n

Seusai acara, seluruh panitia penyelenggara yang semua dokter gigi itu berbincang di aula Puskesmas Jurang Mangu yang lokasinya bergandengan dengan SDN Jurang Mangu Timur 02. Bercengkrama saling berkomunikasi dalam dunia kesehatan gigi tentunya. (din).

\n