Nyaris Sentuh Rp1.000 Triliun, Masyarakat Dorong Pemerintah \'Bersih-Bersih\' Pertamina

\nTokoh masyarakat Yakub F. Ismail memberikan dukungan sepenuhnya kepada pemerintah dalam penegakan hukum terkait kasus korupsi di PT Pertamina.\n\n\n\n\"Pastinya saya sangat mendu...

Nyaris Sentuh Rp1.000 Triliun, Masyarakat Dorong Pemerintah \'Bersih-Bersih\' Pertamina
Bacakan Artikel
\n

Tokoh masyarakat Yakub F. Ismail memberikan dukungan sepenuhnya kepada pemerintah dalam penegakan hukum terkait kasus korupsi di PT Pertamina.

\n\n\n\n

\"Pastinya saya sangat mendukung ketegasan pemerintah dalam hal ini Pak Prabowo yang beberapa hari lalu menyatakan akan membersihkan oknum-oknum yang tersandung praktik korupsi di tubuh Pertamina,\" kata Yakub di Bilangan, Jakarta, Minggu (2/3).

\n\n\n\n

Yakub menilai pengungkapan kasus korupsi di Pertamina oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dengan kerugian hingga nyaris menembus Rp1.000 triliun menunjukkan salah satu yang tertinggi saat ini mengenai tingkat keparahan korupsi di perusahaan BUMN.

\n\n\n\n

\"Kalau dicermati nilai kerugian korupsi di BUMN, maka PT Pertamina adalah yang tertinggi di antara deretan kasus korupsi di perusahaan plat merah hari ini,\" ucapnya.

\n\n\n\n

Adapun sumber kerugian negara nyaris mencapai seribu triliun rupiah didapatkan dari estimasi kerugian total dari kerugian Rp 193,7 T yang disampaikan Kejagung.

\n\n\n\n

Semula, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Abdul Qohar di gedung Kartika Kejagung, Senin (24/2) mengungkap ada kerugian keuangan negara sebesar Rp 193,7 triliun di kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina, Sub Holding, dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) periode 2018-2023.

\n\n\n\n

Kerugian bersumber dari berbagai komponen, seperti kerugian ekspor minyak mentah dalam negeri serta impor minyak mentah melalui broker.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: