Navigasi Politik Sang Pelari

\nOleh: Yakub F. Ismail\n\n\n\nMembicarakan tokoh muda Indonesia yang sukses merintis karir di dunia bisnis tidak akan lengkap bila tidak memasukkan nama Sandiaga Uno.\n\n\n\n\"Bang Sandi\" atau \"Mas Sandi\" adal...

Navigasi Politik Sang Pelari
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Sebelum akhirnya nama Sandi perlahan meredup, Sandi sempat dipercaya rival politiknya di 2019 (Jokowi-Ma\'ruf) untuk menjadi bagian dari Kabinet Indonesia Maju (KIM).

\n\n\n\n

Sandi dipercaya mengisi posisi sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Namun, jabatan Menteri ini nyatanya tidak cukup mengangkat kembali popularitasnya.

\n\n\n\n

Terbukti, setelah habis masa menjabat sebagai Menparekraf, publik pun mulai banyak yang melupakan beliau.

\n\n\n\n

Pada perhelatan Pemilu 2024 sebagai parameter, namanya bahkan tidak masuk dalam 3 besar figur nasional dengan tingkat elektabilitas tertinggi menurut beberapa hasil survei.

\n\n\n\n

Sandi bahkan kalah populer dengan tokoh-tokoh seperi Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Agus Harimurti Yudhoyono dan Ridwan Kamil.

\n\n\n\n

Ambil contoh, hasil survei yang dilakukan dua lembaga survei terkemuka tanah air yakni, Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Indobarometer yang menggelar survei tahun 2021 untuk proyeksi Pemilu 2024.

\n\n\n\n

Hasilnya, Prabowo Subianto berada di urutan pertama, disusul Ganjar Pranowodi posisi kedua. Sementara posisi ketiga ditempati Ridwan Kamil, dan peringkat keempat serta kelima masing-masing diduduki Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

\n\n\n\n

Setalah namanya tidak banyak disebut di berbagai laman media massa, sebagian publik pun bertanya-tanya, kemanakah Sandi berlabuh? Masihkah dirinya bertahan di panggung politik nasional, atau justru diam-diam membuat keputusan yang tidak banyak diketahui publik.

\n\n\n\n

Menebak Arah Politik Sandi

\n\n\n\n

Sampai detik ini tidak ada yang tahu kemana pria yang yang dikenal sebagai sosok politisi moderat itu melangkahkan kaki.

\n\n\n\n

Pertanyaan ini menyeruak pasca namanya tidak mengorbit dalam bursa pencalonan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

\n\n\n\n

Padahal, ia sempat dirumorkan di awal bakal menduduki posisi Ketum pada partai berlambang Ka\'bah itu dengan segala potensi, relasi dan sumber daya yang dimiliki.

\n\n\n\n

Namun siapa sangka, perannya di partai berwarna dominan hijau tua itu nyaris tidak begitu kelihatan.

\n\n\n\n

Jangankan maju sebagai Ketum partai, kiprah dan pengaruhnya pun jarang terlihat di parpol yang punya sejarah panjang sebagai salah satu partai tertua itu.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: