Karnaval HUT ke-81 RI di Pangkah Tegal Angkat Tema Ketahanan Pangan, 51 Kontingen Ikuti Sesi Pagi

Sebanyak 51 kontingen KB, PAUD, dan TK mengikuti sesi pagi dengan menampilkan pakaian adat, drum band, serta kostum buah dan sayuran. Sesi sore diikuti pelajar hingga masyarakat umum. Kegiatan menjadi ajang kreativitas sekaligus mempererat kebersamaan warga dalam memeriahkan kemerdekaan.

Karnaval HUT ke-81 RI di Pangkah Tegal Angkat Tema Ketahanan Pangan, 51 Kontingen Ikuti Sesi Pagi
Bacakan Artikel

HARIANRAKYAT.ID, TEGAL — Karnaval Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah di Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Rabu (19/8/2026).

Camat Pangkah, Dany Setyawan, S.STP., mengatakan aksi ini menjadi wadah masyarakat untuk berkumpul dan menunjukkan kreativitas dalam memeriahkan HUT RI.

“Sore harinya peserta umum berparade, mulai dari guru-guru yang pagi harinya mengawal anak-anaknya hingga instansi desa. Di samping semangat mereka yang luar biasa, kita berusaha memfasilitasi kegiatan ini. Meskipun sempat tersendat dan macet, ya inilah risiko dari keramaian dan antusiasme masyarakat,” ujar Dany.

Menurut Dany, kegiatan tersebut diharapkan bisa semakin mempererat kebersamaan masyarakat.

“Harapan kita kegiatan ini bisa merekatkan dan memeriahkan HUT RI,” imbuhnya.

Mengenai tema ketahanan pangan, Dany mengatakan pihaknya menyerahkan bentuk penampilan kepada masing-masing peserta.

“Tema kita seragamkan ke arah ketahanan pangan. Nanti kreativitas masing-masing peserta yang unjuk gigi,” katanya.

Untuk menentukan pemenang, panitia melibatkan tiga orang juri dari KWK Dikbud. Penilaian meliputi kekompakan, keindahan atau kreativitas, serta kesesuaian dengan tema ketahanan pangan.

Panitia menyiapkan piala, sertifikat dan uang pembinaan bagi peserta yang berhasil meraih juara.

Sementara itu, berbagai kreasi ditampilkan peserta untuk memeriahkan karnaval yang digelar dalam dua sesi, pagi dan sore.

Pada sesi pagi, sebanyak 51 kontingen dari tingkat Kelompok Bermain (KB), PAUD dan TK ikut ambil bagian. Mereka menempuh rute sekitar 500 meter dari Lapangan Pangkah menuju panggung kehormatan.

Beragam penampilan dibawa para peserta. Ada yang mengenakan pakaian adat, tampil dengan drum band, hingga memakai kostum berbentuk buah dan sayuran.

Orang tua dan warga juga terlihat di sepanjang rute. Mereka berdiri di sejumlah titik untuk melihat anak-anak mengikuti karnaval.

Sementara pada sore hari, giliran peserta dari tingkat SD, SMP, SMA hingga masyarakat umum yang mengikuti pawai. Peserta menempuh rute dari Lapangan Kalikangkung hingga Kantor Kecamatan Pangkah.

Peserta umum berasal dari sejumlah unsur, di antaranya pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan (ormas) dan organisasi guru. (ris).