CBRE Makin Tekor, Rugi Kuartal III Bengkak 483,9%

CBRE Makin Tekor, Rugi Kuartal III Bengkak 483,9%
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) mencatatkan lonjakan pendapatan sebesar 392,22% menjadi Rp140,45 miliar hingga kuartal III-2026, dibandingkan Rp28,54 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut belum mampu mengangkat kinerja perseroan dari tekanan kerugian.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2026, CBRE justru membukukan rugi bersih Rp191,77 miliar, membengkak 483,94% dibandingkan rugi Rp32,84 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Tekanan terutama terlihat pada beban pokok pendapatan yang meningkat tajam menjadi Rp167,14 miliar dari Rp34,62 miliar. Kondisi tersebut membuat perseroan mencatatkan rugi bruto Rp26,69 miliar, lebih besar dibandingkan rugi bruto Rp6,08 miliar pada periode sebelumnya.

Selain itu, CBRE juga menanggung rugi selisih kurs sebesar Rp117,13 miliar, melonjak drastis dibandingkan Rp56,37 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Beban umum dan administrasi tercatat Rp13,51 miliar, relatif meningkat dari Rp12,98 miliar. Sementara itu, penghasilan lain-lain neto mencapai Rp726,34 juta, berbalik dari beban neto Rp3,29 miliar pada periode sebelumnya.

Secara keseluruhan, perseroan mencatatkan rugi usaha Rp156,60 miliar, dibandingkan rugi usaha Rp22,40 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Tekanan berlanjut pada pos keuangan. Beban keuangan CBRE meningkat menjadi Rp33,48 miliar dari Rp10,09 miliar. Alhasil, rugi sebelum pajak penghasilan mencapai Rp190,09 miliar, dibandingkan Rp32,50 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan Rp1,69 miliar, CBRE membukukan rugi bersih Rp191,77 miliar. Rugi per saham dasar juga meningkat menjadi Rp42,26, dibandingkan Rp7,24 pada periode sebelumnya.