Transportasi dan Polusi Udara: Alarm dari Tangerang Selatan

\nOleh: Dr. Sri Gusty, ST., MT, Dosen Program Magister Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan, Universitas Fajar\n\n\n\nKualitas udara di Tangerang Selatan kembali menuai sorotan. Update IQAir per 26 Mei 20...

Transportasi dan Polusi Udara: Alarm dari Tangerang Selatan
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Polusi udara bukan sekadar isu teknis, tapi masalah multidimensi yang memerlukan respon dari seluruh unsur mulai dari kebijakan transportasi hingga partisipasi masyarakat. Kota-kota di Indonesia harus mulai memilih, tetap mengejar mobilitas berbasis mesin, atau membangun kota yang sehat, lestari, dan layak huni.

\n\n\n\n

Jangan sampai kita hanya bereaksi setiap kali AQI melonjak tinggi. Kita butuh sistem peringatan dini, aplikasi pemantau polusi yang akurat disertai tanggap darurat dan kebijakan jangka panjang termasuk controllingnya. Catatan United Nations Environment Programme (UNEP), bahwa polusi udara merupakan “pembunuh senyap” terbesar di dunia. Indonesia tidak boleh menunggu sampai krisis ini berubah menjadi bencana nasional.

\n\n\n\n

Tangerang Selatan kini menjadi simbol. Simbol betapa mahalnya harga pembangunan yang mengabaikan aspek keberlanjutan. Dan simbol betapa pentingnya pergeseran paradigma dari pembangunan yang mengejar kecepatan, ke pembangunan yang mengejar kualitas hidup. Udara bersih adalah hak asasi. Jika hari ini hak itu direnggut, kita semua akan menjadi korban berikutnya. (*)

\n
Pilih Halaman: