Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi ratusan pegawai sebagai bagian dari strategi promotif dan preventif di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.
Kegiatan yang berlangsung pada 18–27 Februari 2026 ini difokuskan untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) serta menjaga kebugaran tenaga kesehatan dan staf penunjang RSU Tangsel yang jumlahnya mencapai 800-an pegawai.
Kepala Seksi Pelayanan Medis RSU Tangsel, Ronald A. Sitindaon, menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi kebijakan nasional yang diinisiasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan dilaksanakan serentak di berbagai rumah sakit di Indonesia.
“CKG ini kami laksanakan secara internal selama kurang lebih satu minggu. Tujuannya untuk memastikan seluruh pegawai mengetahui status kesehatannya secara berkala,” ujarnya, Kamis (26/2).
Dalam pelaksanaannya, pegawai menjalani skrining kesehatan dasar meliputi, Pengukuran tekanan darah (tensi), Pemeriksaan denyut nadi, Pemeriksaan kadar gula darah melalui uji laboratorium sederhana.
Skrining ini dirancang untuk mengidentifikasi risiko hipertensi, diabetes melitus dan gangguan metabolik lainnya sejak tahap awal (early detection). Deteksi dini dinilai krusial mengingat tenaga kesehatan memiliki beban kerja tinggi yang berpotensi memicu kelelahan kronis dan gangguan kesehatan apabila tidak dimonitor secara rutin.
Manajemen rumah sakit menyiagakan tiga dokter selama kegiatan berlangsung, dengan opsi penambahan tenaga medis jika diperlukan. Perawat turut dilibatkan untuk mendukung alur pemeriksaan yang sistematis tanpa mengganggu layanan pasien.
Pendekatan ini menegaskan komitmen rumah sakit dalam menerapkan prinsip workplace health promotion, yakni menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan bagi sumber daya manusia kesehatan.
Ronald menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas menjalankan program nasional, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat di internal rumah sakit.
“Melalui skrining ini, pegawai dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan melakukan tindak lanjut bila ditemukan faktor risiko. Pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk menjaga produktivitas dan kualitas pelayanan,” jelasnya. (adv).



