Longsor Terjang Jalur KA Jember, Sritanjung Molor 5 Jam Lebih

Jalur kembali dapat dilalui setelah penanganan longsor selesai pada pukul 14.10 WIB, dengan pembatasan kecepatan maksimal 20 km/jam demi keselamatan perjalanan.

Longsor Terjang Jalur KA Jember, Sritanjung Molor 5 Jam Lebih
Bacakan Artikel

HARIANRAKYAT.ID, JEMBER — Jalur kereta api Kalibaru–Mrawan, Jember diterjang lobgsor. Akibatnya sejumlah KA yang melintas wilayah Daop 7 Madiun terganggu, bahkan KA Sritanjung terlambat hingga 334 menit atau 5 jam lebih. 


Meski demikian, jalur tersebut telah kembali dapat dilalui  setelah petugas menyelesaikan penanganan longsoran pada pukul 14.10 WIB. Titik longsor berada  di Km 32+2 petak jalan antara Stasiun Kalibaru–Mrawan, wilayah kerja KAI Daop 9 Jember.

Sementara diberlakukan pembatasan kecepatan maksimal 20 kilometer per jam demi memastikan keselamatan operasional.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan laporan longsoran pertama kali diterima pukul 11.05 WIB dari masinis KA Sritanjung yang melaporkan adanya material tanah longsor di lokasi tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas prasarana bersama tim terkait langsung melakukan pembersihan material longsoran dan perbaikan darurat pada jalur terdampak.

"Alhamdulillah, penanganan longsoran di Km 32+2 petak jalan Kalibaru–Mrawan telah selesai pada pukul 14.10 WIB. Setelah melalui pemeriksaan kondisi prasarana, jalur dinyatakan aman dan dapat kembali dilalui kereta api dengan pembatasan kecepatan maksimal 20 km/jam," ujar Tohari.

Kereta api pertama yang melintas setelah jalur dinyatakan aman adalah KA 160 Wijayakusuma relasi Ketapang–Cilacap. Kereta tersebut berangkat dari Stasiun Kalibaru pukul 14.12 WIB dengan keterlambatan 121 menit.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali Operasional Perjalanan KA (Pusdalopka) pukul 15.17 WIB, terdapat sejumlah perjalanan yang terdampak.

KA Logawa relasi Ketapang–Madiun–Purwokerto tercatat masuk Stasiun Bangil pukul 14.31 WIB dengan keterlambatan 208 menit. Kedatangannya di Stasiun Madiun diperkirakan pukul 18.35 WIB.

Sedangkan KA Sritanjung relasi Ketapang–Madiun–Lempuyangan terpantau berjalan langsung di Stasiun Arjasa pukul 15.05 WIB dengan keterlambatan 334 menit. Kereta tersebut diperkirakan tiba di Stasiun Madiun pukul 22.33 WIB.

Di sisi lain, KA 7043A Sangkuriang relasi Ketapang–Bandung telah diberangkatkan dari Stasiun Ketapang pukul 15.00 WIB secara tepat waktu sebagai salah satu perkembangan pemulihan operasional.

Tohari menegaskan, meskipun jalur sudah kembali dapat dilalui, KAI tetap menyiagakan personel dan melakukan pemantauan intensif untuk memastikan kondisi prasarana stabil dan aman. Pembatasan kecepatan juga masih diberlakukan sebagai langkah antisipasi.

"Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian karena keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama," tegasnya.

KAI Daop 7 Madiun juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan perjalanan akibat gangguan tersebut. Pihaknya terus berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk meminimalkan dampak terhadap pelayanan.

Pelanggan diimbau memantau informasi perjalanan melalui aplikasi Access by KAI, Contact Center KAI 121, maupun kanal resmi KAI lainnya. Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas di stasiun maupun selama perjalanan di atas kereta api.

"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan perjalanan ini. Terima kasih atas kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan. KAI akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api," tutup Tohari. (lik).