Delapan Besar Lumbung Beras Nasional, Banten Capai 1,8 Juta Ton

\n‹Provinsi Banten masuk delapan besar nasional produksi beras. Tahun 2025 hasil panen mencapai 1,8 juta ton.\n\n\n\nGubernur Banten Andra Soni mengungkapkan bahwa Provinsi Banten s...

Delapan Besar Lumbung Beras Nasional, Banten Capai 1,8 Juta Ton
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

​“Dengan populasi yang lebih banyak, hasil produksinya pun akan meningkat,” tutur Husnain.

\n\n\n\n

​Saat ini, Kementan melaksanakan program percontohan PM-AAS seluas 100 hektare di Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Penanaman ini merupakan tahap ketiga dari 15 lokasi percontohan yang tersebar di 14 provinsi. Sebelumnya, program serupa telah dijalankan di Luwu (Sulawesi Selatan) dan Sukamandi (Subang, Jawa Barat).

\n\n\n\n

​Kepala Wilayah Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Banten, Andry Polos, melaporkan bahwa PM-AAS adalah model pertanian modern berbasis teknologi tinggi yang mengedepankan efisiensi dan presisi. Terdapat enam prinsip utama dalam PM-AAS, yaitu tanam rapat dalam baris, efisiensi sumber daya melalui digitalisasi, mekanisasi pertanian, operasi skala luas, intensifikasi produksi, dan pendekatan spesifik lokasi.

\n\n\n\n

​“Target produksi kami adalah 10 ton per hektare,” ungkap Andry.

\n\n\n\n

​Terkait respons para petani, Andry menyebutkan adanya penerimaan yang sangat baik. “Meski pada awal sosialisasi responsnya agak kurang, mereka pada akhirnya menerima dan mendukung penuh program ini,” imbuhnya.

\n\n\n\n

​Dukungan tersebut diamini oleh Ketua Kelompok Tani (Poktan) Masyarakat Guyub 1, Andi Kamal. Menurutnya, mekanisasi dan digitalisasi terbukti mampu memangkas biaya tanam dan perawatan. Langkah ini juga menjadi solusi di tengah minimnya minat generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian dibandingkan dengan di perusahaan.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: