Tekanan Ganda Ekonomi Indonesia

Oleh: Yakub F. Ismail\n\n\n\nDunia sejatinya belum lama pulih setelah dihantam pandemi Covid-19 dalam 6 tahun terakhir. Beberapa negara, termasuk salah satunya Indonesia, bahkan terbilang cukup parah saa...

Tekanan Ganda Ekonomi Indonesia
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Ketergantungan yang tinggi terhadap energi berbasis fosil, terutama dari impor minyak, menjadikan kondisi perekonomian nasional begitu riskan dan rentan terhadap gejolak harga energi dunia yang dipengaruhi oleh gangguan distribusi.

\n\n\n\n

Kendala pasokan yang dipicu oleh terganggung rantai distribusi membuat harga minyak dan gas melonjak. Situasi tersebut memicu efek domino yang berimbas pada beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang meningkat secara signifikan.

\n\n\n\n

Implikasi negatif dari dampak tersebut berpotensi mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk mendanai aktivitas pada sektor produktif lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

\n\n\n\n

Tidak hanya itu, kenaikan harga energi juga memberikan dampak serius terhadap biaya produksi industri, yang pada level tertentu bisa memicu inflasi dan menekan daya beli masyarakat.

\n\n\n\n

Di saat bersamaan, kemunculan varian baru COVID-19, yakni Cicada, juga membawa implikasi yang tidak kalah mengkhawatirkan bagi perekonomian nasional.

\n\n\n\n

Pasalnya, meskipun ini masih menandai gejala awal, tingkat bahaya yang disebabkan oleh varian baru ini bakal menciptakan kepanikan dan kecemasan publik, karena masyarakat masih trauma akan pengalaman COVID-19 sebelumnya.

\n\n\n\n

Jika situasi ini tidak terkendali, maka potensi besar akan muncul pada sektor-sektor yang bergantung pada mobilitas sosial seperti pariwisata, transportasi, dan perdagangan.

\n\n\n\n

Imbasnya sudah bisa diprediksi, di mana tidak hanya dirasakan pada pelaku usaha besar, melainkan juga pada sektor informal yang sejauh ini menjadi backbone perekonomian masyarakat.

\n\n\n\n

Selain itu, kombinasi krisis energi dan varian terbaru virus COVID-19 juga berpotensi menciptakan efek domino yang jauh lebih kompleks dari yang pernah terjadi di awal.

\n\n\n\n

Ambil contoh, kenaikan harga energi, ia bisa saja memperburuk inflasi dan menghambat roda perekonomian nasional.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: