<strong>Sinar Mas Land Dukung Pemerintah, Tekan Emisi Karbon Sampai 35 Persen Pada 2034</strong>

\nBSD City- Sinar Mas Land salah satu pengembang property terbesar di Indonesia turut mendukung inisiasi pemerintah dalam mengurangi emisi CO2, melalui penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). Pada  ko...

<strong>Sinar Mas Land Dukung Pemerintah, Tekan Emisi Karbon Sampai 35 Persen Pada 2034</strong>
Bacakan Artikel
\n

 Sinar Mas Land salah satu pengembang property terbesar di Indonesia turut mendukung inisiasi pemerintah dalam mengurangi emisi CO2, melalui penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). Pada  konsumsi listrik hijau Renewable Energy Certificate (REC) dari PT PLN (Persero). Tadi pagi, Selasa 21 Maret 2023, PLN (Persero) menyerahkan REC kepada Sinar Mas Land.

\n\n\n\n

Kesepakatan penggunaan layanan REC tersebut ditandai dengan penandatangan perjanjian jual beli REC antara Sinar Mas Land sebagai pelanggan dan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten. REC ini diberikan PLN untuk lima gedung milik Sinar Mas Land, yakni Sinar Mas Land Plaza Thamrin, Sinar Mas Land Plaza BSD City, My Republic Plaza BSD City, Green Office Park 1 BSD City, dan Green Office Park 9 BSD City dengan penyediaan tahap 1 sebesar 613 mWh dan dilakukan secara bertahap yang akan tercapai 100% pembelian REC pada bulan Januari 2025.

\n\n\n\n

Bahwa perubahan iklim (climate change) menjadi salah satu masalah global yang kini terjadi di berbagai belahan dunia. Krisis iklim telah mendorong Indonesia dan 194 negara lain untuk menandatangani Paris Agreement di tahun 2016 yang diwujudkan dengan Nationally Determined Contribution (NDC).

\n\n\n\n

Bahkan negara G-20 kembali menegaskan pentingnya menaruh isu krisis iklim dalam agenda mengurangi dampak perekonomian pada G-20 Summit Bali di tahun 2022. Target yang dipasang dalam NDC ini diyakini tidak hanya baik bagi lingkungan, namun juga dapat memicu pengembangan investasi hijau di Indonesia. Terlihat dari kewajiban yang diterapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai penyampaian laporan berkelanjutan (ESG Report) kepada emiten. Desakan masyarakat terhadap perusahaan yang menjalankan proses bisnis yang berkelanjutan juga semakin tinggi, salah satunya sektor properti.

\n\n\n\n

Berdasarkan laporan Climate Transparency: Laporan Membandingkan Aksi Iklim G20 Menuju Zero Net tahun 2021, sektor bangunan menyumbang 39 persen dampak emisi karbon terhadap perubahan iklim yang bersumber dari pembakaran bahan bakar untuk pembangunan hingga jaringan listrik dan peralatan rumah tangga. Untuk memitigasi perubahan iklim yang terjadi saat ini, Pemerintah Indonesia melakukan transisi energi secara bertahap dari yang sebelumnya menggunakan energi fosil, kemudian beralih menuju energi bersih dan terbarukan. Transisi energi ini dikampanyekan pemerintah Indonesia melalui program Net Zero Emissions (NZE) 2060 untuk mempercepat pencapaian target National Determined Contribution (NDC) pada tahun 2030 sebanyak 32%-43.2% atau setara dengan 912-1.225 juta ton CO2e.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: