Purbaya, Sang Menteri Nyentrik yang Buat Ketar-Ketir Lawan

\nOleh: Yakub F. Ismail\n\n\n\nTidak banyak yang tahu sepak terjangnya. Namanya pun jarang muncul di berbagai media baik lokal maupun nasional.\n\n\n\nJangankan muncul di panggung nasional, untuk sekadar nongo...

Purbaya, Sang Menteri Nyentrik yang Buat Ketar-Ketir Lawan
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Saat itu, publik langsung bereaksi dengan campuran harap‐cemas. Reaksi publik ini sangat wajar mengingat Purbaya bukanlah figur yang familiar di mata masyarakat.

\n\n\n\n

Namun, jangan salah, ternyata Purbaya adalah sosok dengan latar belakang yang kuat di bidang akademik dan pengalaman di sektor ekonomi dan pemerintahan.

\n\n\n\n

Beliau pernah, sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS sejak 2020-2025, peneliti bidang ekonomi, dan senior di Danareksa.

\n\n\n\n

Walaupun dari segi latar belakang begitu moncer, gaya Sri Mulyani yang sudah lama dikenal luas masyarakat sebagai Menkeu yang akomodatif, berhati-hati dan sistematis membuat standar publik begitu tinggi terhadapnya, ketimbang kepada sosok Purbaya yang belum begitu dikenal.

\n\n\n\n

Banyak yang memanggap perubahan mendadak ini seperti membawa risiko besar dengan sederet pertanyaan: akankah kebijakan-kebijakan baru berjalan stabil? Bagaimana dengan lonjakan ketidakpastian di pasar keuangan atau dampak negatif terhadap inflasi dan utang publik?

\n\n\n\n

Sederet pertanyaan dengan nada gelisah itu memenuhi berbagai ruang dan dinamika di tanah air.

\n\n\n\n

Keraguan itu turut diperparah oleh situasi perekonomian dalam negeri yang sempat bereaksi negatif ketika Sri Mulyani diberhentikan dan digantikan oleh Purbaya.

\n\n\n\n

Beberapa spekulasi liar bahkan menyebut kondisi ketidakpastian ekonomi dalam negeri akan berlangsung lama dan jika gagal diatasi akan berujung pada kerapuhan stabilitas nasional.

\n\n\n\n

Namun, semuanya tidak seperti yang dikhawatirkan banyak pihak. Rupanya Purbaya menjawab keraguan publik itu dengan sederet langkah kebijakannya yang membuat decak kagum.

\n\n\n\n

Reaksi Pujian

\n\n\n\n

Tidak berselang lama, bahkan belum sampai triwulan masa menjabat. Keraguan yang tadinya menyelimuti negeri, tiba-tiba berubah menjadi pujian setinggi langit.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: