Menyibak Tabir Dibalik Pertemuan Prabowo-Megawati

\nOleh: Yakub F. Ismail\n\n\n\nHARIANRAKYAT.ID, JAKARTA-Pertemuan empat antara antara dua tokoh bangsa, Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri akhirnya terlaksana.\n\n\n\nJauh sebelum itu, rencana pertemu...

Menyibak Tabir Dibalik Pertemuan Prabowo-Megawati
Bacakan Artikel
\n

Yakub F. Ismail

\n\n\n\n

HARIANRAKYAT.ID, JAKARTA-Pertemuan empat antara antara dua tokoh bangsa, Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri akhirnya terlaksana.

\n\n\n\n

Jauh sebelum itu, rencana pertemuan kedua figur hanya sebatas rumor. Beberapa kali media sempat memberitakan bahwa keduanya akan bertemu dalam waktu yang telah ditentukan.

\n\n\n\n

Namun, seiring berjalannya waktu, agenda tatap muka kedua sosok berpengaruh itu tidak pernah terwujud.

\n\n\n\n

Banyak faktor diyakini sebagai pemicu, salah satunya terkait perbedaan sikap dan pandangan politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

\n\n\n\n

Akan tetapi, perbedaan itu tidak menjadi sebuah rintangan untuk menciptakan garis demarkasi di antara mereka.

\n\n\n\n

Politik elektoral memang sejatinya hanyalah sebuah sarana untuk merotasi kekuasaan. Ia bukan satu-satunya instrumen untuk menentukan arah bangsa.

\n\n\n\n

Benar, bahwa melalui Pemilu, kekuasaan dapat ditransformasikan ke arah yang dikehendaki bangsa. Karena di sana, semua pertaruhan masa depan bangsa akan diuji.

\n\n\n\n

Pemenang kontestasi dengan begitu, sudah pasti mereka yang dianggap berhak atau paling layak untuk memimpin republik.

\n\n\n\n

Dalam momentum yang sama, para elite politik diuji seberapa siap menerima hasil itu.

\n\n\n\n

Keikhlasan menerima hasil, dewasa dalam menghadapi ujian dan yang terpenting adalah kematangan dalam mengelola demokrasi menjadi hal yang harus dikedepankan.

\n\n\n\n

Dan semua itu telah dibuktikan dengan sungguh-sungguh oleh kedua figur representasi bangsa.

\n\n\n\n

Dasco dan Seni Komunikasi Politik

\n\n\n\n

Harus diakui bahwa mempertemukan atau lebih tepatnya upaya mewujudkan pertemuan antara Presiden ke-5 RI dengan dengan Presiden saat ini memang bukan pekerjaan mudah.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: