Makna Ganda Operasi \'Sapu-Sapu\' DKI Jakarta

Oleh: Yakub F. Ismail\n\n\n\nOperasi penangkapan ikan sapu-sapu masif dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum lama ini.\n\n\n\nSekilas, langkah tersebut tampak sebagai keputusan teknis untuk menjaga...

Makna Ganda Operasi \'Sapu-Sapu\' DKI Jakarta
Bacakan Artikel

Yakub F. Ismail

\n\n\n\n

Operasi penangkapan ikan sapu-sapu masif dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum lama ini.

\n\n\n\n

Sekilas, langkah tersebut tampak sebagai keputusan teknis untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan yang sedang terganggu akibat pengaruh hama tertentu. Namun, mencerna lebih jauh, di balik itu, ada makna tersirat yang tidak cukup dipahami secara dangkal.

\n\n\n\n

Istilah \'sapu-sapu\' memang tidak bermakna tunggal. Meskipun, konteks sapu-sapu di sini sudah jelas merujuk pada jenis ikan yang oleh mayoritas masyarakat menganggapnya sebagai pemakan lumut yang berfungsi sebagai pembersih akuarium.

\n\n\n\n

Jenis ikan air tawar yang berasal dari Amerika Selatan itu memang kini menjadi fenomena baru lantaran sifatnya yang invasif dan menjadi pemakan telur ikan asli.

\n\n\n\n

Di samping itu, ikan sapu-sapu juga dianggap berbahaya untuk dikonsumsi karena mengakumulasi logam berat berupa merkuri, timbal, atau limbah industri, dan bakteri dari air kotor.

\n\n\n\n

Namun, jika ditelaah lebih dalam, sapu-sapu juga mengandung makna \'bersih-bersih\' yang merujuk pada arti harfiah dari jenis alat rumah tangga yang umumnya digunakan untuk membersihkan debu, kotoran, dan sampah.

\n\n\n\n

Dengan demikian, makna sapu-sapu bisa bernuansa menghadirkan simbol kuat tentang upaya pembenahan, perbaikan, dan pembersihan.

\n\n\n\n

Kaitannya dengan operasi besar-besaran terhadap ikan sapu-sapu, maka hal itu secara kiasan bermakna sebagai langkah serius Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan daerah.

\n\n\n\n

Kebijakan tersebut, dengan demikian, dapat dibaca sebagai metafora atas gerakan \'bersih-bersih\' birokrasi.

\n\n\n\n

Di tangan Pramono Anung, Pemprov DKI Jakarta menunjukkan sinyal kuat untuk menata kembali sistem yang lebih kokoh, bersih dan berintegritas, guna meningkatkan profesionalisme serta mengurangi praktik-praktik yang menghambat kinerja pemerintahan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: