Lewat Halbi, PWSTS Tegaskan Peran Budaya Dalam Pembangunan Daerah

\nDinamika kebudayaan lokal dalam ruang urban kembali menemukan artikulasinya melalui perhelatan Paguyuban Warga Sunda Tangerang Selatan (PWSTS). Mengusung tema “Riung Mumpul...

Lewat Halbi, PWSTS Tegaskan Peran Budaya Dalam Pembangunan Daerah
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Rangkaian acara turut dimeriahkan dengan pertunjukan seni tradisional seperti rampak sekar, angklung dan jaipongan. Kesenian tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium simbolik yang merepresentasikan harmoni, kebersamaan dan estetika kolektif masyarakat Sunda.

\n\n\n\n

Secara filosofis, nilai-nilai Sunda yang diusung dalam kegiatan ini berakar pada prinsip silih asah, silih asih, silih asuh. Sebuah etika sosial yang menekankan pentingnya saling mengasah pengetahuan, saling mengasihi dan saling membimbing.

\n\n\n\n

\"Nilai ini menjadi pondasi moral dalam menjaga kohesi sosial di tengah keberagaman,\" tambahnya.

\n\n\n\n

Wakil Ketua Panitia Haris Jaya Prawira, menambahkan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang inklusif dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat di luar komunitas Sunda. Hal ini dimaksudkan untuk memperkuat semangat kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

\n\n\n\n

“Kami ingin menjadikan momen ini sebagai ruang bersama lintas budaya, agar seluruh elemen masyarakat dapat berkontribusi dalam pembangunan melalui pendekatan kebudayaan,” ujarnya.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: