Lewat Halbi, PWSTS Tegaskan Peran Budaya Dalam Pembangunan Daerah

\nDinamika kebudayaan lokal dalam ruang urban kembali menemukan artikulasinya melalui perhelatan Paguyuban Warga Sunda Tangerang Selatan (PWSTS). Mengusung tema “Riung Mumpul...

Lewat Halbi, PWSTS Tegaskan Peran Budaya Dalam Pembangunan Daerah
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

“Kita ingin melestarikan budaya Sunda yang ada di Tangsel, tidak hanya untuk generasi sekarang tetapi juga generasi muda. Jangan sampai budaya lokal, baik Sunda, Betawi, maupun lainnya, terkikis oleh pengaruh luar,” ungkapnya.

\n\n\n\n

Lebih lanjut, Dudung menegaskan bahwa pembangunan daerah idealnya berakar pada nilai-nilai budaya sebagai identitas kolektif. Tanpa keterlibatan masyarakat dari berbagai latar belakang suku, pembangunan tidak akan berjalan optimal.

\n\n\n\n

\"Pelestarian budaya tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat lintas etnis. Tangerang Selatan sebagai kota heterogen menuntut pendekatan kolaboratif dalam pembangunan,\" sambungnya.

\n\n\n\n

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa populasi warga Sunda di Tangerang Selatan menempati posisi signifikan, yakni sekitar 500 ribu jiwa.

\n\n\n\n

\"Secara demografis, angka ini menempatkan etnis Sunda sebagai salah satu kekuatan sosial yang strategis dalam konstruksi budaya kota, setelah Jawa, Minangkabau, dan Betawi,\" tegas mantan Sekretaris Daerah Kota Tangsel itu.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: