Lewat Halbi, PWSTS Tegaskan Peran Budaya Dalam Pembangunan Daerah

\nDinamika kebudayaan lokal dalam ruang urban kembali menemukan artikulasinya melalui perhelatan Paguyuban Warga Sunda Tangerang Selatan (PWSTS). Mengusung tema “Riung Mumpul...

Lewat Halbi, PWSTS Tegaskan Peran Budaya Dalam Pembangunan Daerah
Bacakan Artikel
\n

Dinamika kebudayaan lokal dalam ruang urban kembali menemukan artikulasinya melalui perhelatan Paguyuban Warga Sunda Tangerang Selatan (PWSTS). Mengusung tema “Riung Mumpulung Silaturahmi Dina Raraga”, sekaligus halal bihalal serta milangkala ke-15, di Blandongan, Sabtu (9/5/2026).

\n\n\n\n

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, saat menyampaikan sambutan mencoba menggunakan bahasa Sunda sebagai bentuk penghormatan kultural. Meski sempat mengalami jeda artikulasi akibat perbedaan dialek antara Sunda Tangerang dan Sunda Priangan. Upaya tersebut mencerminkan kesadaran simbolik akan pentingnya bahasa sebagai identitas.

\n\n\n\n

“Mohon maaf lahir dan batin serta selamat ulang tahun PWSTS yang ke lima belas,” ujarnya.

\n\n\n\n
\"\"
\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi warga Sunda dalam pembangunan daerah. Kehadiran komunitas ini dinilai tidak hanya memperkaya keragaman sosial, tetapi juga memperkuat pondasi pembangunan berbasis budaya.

\n\n\n\n

Sementara itu, Ketua PWSTS, Dudung E Diredja, menegaskan bahwa momentum ini menjadi titik refleksi sekaligus proyeksi masa depan. Ia menekankan pentingnya regenerasi dalam pelestarian budaya Sunda, terutama di tengah arus globalisasi yang berpotensi menggerus identitas lokal.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: