Portal Berita Terpercaya - harianrakyat.id
https://harianrakyat.id/kemerdekaan-jadi-perekat-kerukunan-fkub-tangsel-gelar-kla-hingga-hut-fkub
Rilis: Jumat, 28 Agustus 2026

Kemerdekaan Jadi Perekat Kerukunan, FKUB Tangsel Gelar KLA hingga HUT FKUB

FKUB Kota Tangerang Selatan menggelar Kajian Lintas Agama (KLA) di Megantara Park, Pamulang, sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan hari jadi FKUB.

Kemerdekaan Jadi Perekat Kerukunan, FKUB Tangsel Gelar KLA hingga HUT FKUB
Bacakan Artikel

HARIANRAKYAT.ID, TANGSEL — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Kajian Lintas Agama (KLA) sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Berlangsung di Megantara Park, Pamulang, Tangsel, Kamis (27/8/2026).

Ketua FKUB Tangsel KH Ahmad Sopian menegaskan, kemerdekaan harus menjadi energi pemersatu antar umat beragama dan seluruh anak bangsa. Dirinya menilai KLA bagian representasi nilai kemerdekaan yang patut didiskusikan secara kontinu.

“Kemerdekaan adalah anugerah terbesar bagi bangsa kita. Perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi tembok pemisah. Justru melalui forum seperti FKUB dan kegiatan kajian lintas agama ini, kita belajar saling mendengar, saling menghormati, dan saling menguatkan. Karena Indonesia kuat ketika umatnya rukun,” ujar Ahmad Sopian.

Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan secara seremonial. Makna kemerdekaan harus diwujudkan melalui persatuan, kekompakan, serta sikap saling mengayomi.

“Kemerdekaan mengajarkan kita tentang kebersamaan. Di sinilah letak pentingnya dialog antar umat beragama,” tambahnya.

Staf Wali Kota Tangsel H. Hamdani menyampaikan apresiasi kepada FKUB, Romo Petrus, serta seluruh tokoh agama yang terus berkontribusi menjaga kerukunan di Kota Tangsel.

“Atas nama Pemerintah Kota Tangsel, saya mengucapkan terima kasih kepada elemen tokoh agama yang telah ikut mendukung dan memeriahkan HUT RI ke-81 tahun 2026. Semoga FKUB dengan program Kajian Lintas Agama terus berjalan dengan baik hingga terbangun kebersamaan antar umat beragama di Tangsel,” kata Hamdani.


Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah, FKUB dan tokoh lintas agama penting untuk menjaga suasana kehidupan masyarakat yang aman, damai dan harmonis.


Sementara itu, Romo Petrus memperkenalkan visi Megantara Park sebagai ruang edukasi dan interaksi masyarakat yang terbuka bagi berbagai kalangan.


Ia menjelaskan, Megantara Park mengusung konsep “PABULESO”, yang merupakan akronim dari Politik, Agama, Budaya, Lingkungan, Ekonomi dan Sosial.


“Kami mencoba menghadirkan ruang dialog untuk semua aspek kehidupan. Di sini tidak hanya tempat kajian, tetapi juga ada rumah makan gratis setiap hari Rabu, program Paket C untuk pendidikan kesetaraan, serta sanggar tari untuk semua kalangan agama,” jelas Romo Petrus.


Menurutnya, berbagai program tersebut diharapkan mampu menjadikan Megantara Park sebagai ruang bersama bagi masyarakat.

Ia berharap tempat tersebut dapat menjadi rumah bersama bagi seluruh umat beragama di Tangerang Selatan untuk belajar, berkreasi sekaligus mempererat persaudaraan.

Kajian Lintas Agama berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan toleransi. Pemateri dari unsur Katolik disampaikan Erwin Susilo tentang perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Forum ini sekaligus menjadi ruang dialog untuk memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Tangsel.


Dalam kesempatan tersebut, FKUB Tangsel juga merayakan hari jadinya ke 17 Tahun, dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan komitmen untuk terus menjaga kerukunan umat beragama.

Gus Hafiz selaku pengurus harian FKUB Tangsel juga menambahkan aspek KLA yang menjadi kegiatan utama perlu menjadi pengingat bahwa toleransi tanpa menganggu keyakinan masing-masing harus di jaga. Terlebih berkembanya IA sangat gampang sebaran hoax. 

"Oleh karena itu dihimbau agar umat  dengan adanya revolusi informasi dengan AI, untuk menggunakannya dengan bijak dan bermartabat. Literasi informasi perlu terus dipelajari guna kemajuan masyarakat dan generasi yang akan datang," tutupnya. (din).

(din).