Portal Berita Terpercaya - harianrakyat.id
https://harianrakyat.id/kai-daop-7-jaga-mental-pegawai-1250-skrining-wajib
Rilis: Jumat, 16 Oktober 2026

KAI Daop 7 Jaga Mental Pegawai, 1.250 Skrining Wajib

Series ke-19. Sekitar 1.250 pegawai telah mengikuti skrining kesehatan mental, sementara layanan konsultasi psikolog di Klinik Mediska disiapkan untuk memberikan dukungan profesional.

KAI Daop 7 Jaga Mental Pegawai, 1.250 Skrining Wajib
Bacakan Artikel

HARIANRAKYAT.ID, MADIUN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memperkuat kesehatan mental pegawai. Aksinya melalui Webinar Kesehatan Series ke-19 “Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja”, pada Rabu (14/10/2026). 


Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan kesehatan mental merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang sehat dan mendukung kinerja optimal.

“Bagi KAI, kesehatan pekerja tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental dan emosional. Pekerja yang mampu menjaga keseimbangan mental akan lebih siap menghadapi tantangan pekerjaan, mengambil keputusan dengan baik, serta membangun hubungan kerja yang positif,” ujar Tohari.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan pekerja, KAI Daop 7 Madiun telah melaksanakan skrining kesehatan mental yang wajib diikuti sekitar 1.250 pekerja. 


Perusahaan juga menyediakan layanan konsultasi psikolog di Klinik Mediska sebagai sarana memperoleh dukungan profesional terkait kondisi psikologis.

Webinar yang diinisiasi Tim Kesehatan Daop 7 Madiun tersebut diikuti jajaran manajemen dan insan KAI dari tempat kerja masing-masing. Kegiatan diawali sambutan Manager Kesehatan Daop 7 Madiun, Puji Widodo.

Hadir sebagai narasumber, Lilik M. C., S.Psi., M.Psi., Psikolog dari IHC RS Toeloengredjo Kediri. Ia memaparkan sejumlah faktor pemicu tekanan kerja, mulai dari tuntutan pekerjaan, beban tanggung jawab, hingga kesulitan menyeimbangkan kehidupan profesional dan pribadi.

Tekanan yang tidak dikelola dengan baik dapat berkembang menjadi stres berkepanjangan, kecemasan, hingga burnout atau kelelahan fisik dan emosional akibat tekanan kerja yang terus-menerus.

Untuk membantu pekerja mengenali kondisi emosionalnya, narasumber memperkenalkan metode traffic light analogy atau analogi lampu lalu lintas. 

Warna merah menjadi tanda untuk berhenti sejenak ketika tekanan memuncak, kuning sebagai waktu untuk mengenali dan mengevaluasi kondisi diri.

Adapun  hijau menunjukkan kesiapan mengambil langkah secara lebih tenang dan terukur.

Menurut Tohari, menjaga kesehatan mental bukanlah tanda kelemahan, melainkan bagian dari upaya merawat diri agar tetap sehat, fokus, dan mampu menjalankan tanggung jawab secara optimal.

“Kami berharap melalui webinar ini, insan KAI Daop 7 Madiun semakin terbuka untuk mengenali kondisi dirinya, tidak ragu mencari bantuan profesional ketika dibutuhkan, serta saling mendukung dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, nyaman dan positif,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, KAI Daop 7 Madiun berharap kesadaran pekerja terhadap kesehatan mental semakin meningkat. Dukungan perusahaan, kepedulian antarsesama.

Serta kemampuan mengelola tekanan diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif guna mendukung pelayanan kereta api yang aman, andal dan berkualitas. (lik).