Guru Besar UIN Jakarta Serukan Literasi Al-Qur’an di Tengah Arus Digital

Jakarta, 18 Juni 2025 — Universitas PTIQ Jakarta kembali menggelar Haflah Al-Wada\' Ma\'had Al-Qur’an dengan mengusung tema “Menyiapkan Generasi Qurani Sebagai Pelopor Peradaban Masa D...

Guru Besar UIN Jakarta Serukan Literasi Al-Qur’an di Tengah Arus Digital
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Lebih lanjut, Tholabi menyoroti hasil survei nasional Kementerian Agama (2023) yang menunjukkan hanya 44,57% Muslim Indonesia mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai tajwid. Bahkan, survei terhadap mahasiswa PTKIN menemukan bahwa masih terdapat 0,4% yang sama sekali belum bisa membaca Al-Qur’an.

\n\n\n\n

“Kita sedang menghadapi paradoks. Aplikasi Al-Qur’an sangat mudah diunduh, tetapi kemampuan membacanya masih rendah. Ini menunjukkan bahwa teknologi bukan jawaban tunggal, bahkan bisa menjadi ‘ilusi solusi’ jika tidak dibarengi fondasi pendidikan yang kuat,” tegas Guru Besar Hukum Islam ini.

\n\n\n\n

Melalui orasi yang bertajuk “Menjawab Tantangan Literasi Al-Qur’an di Era Peradaban Digital”, Tholabi menyerukan revitalisasi peran hamalatul Qur’an sebagai pendidik, dai, dan penggerak sosial.

\n\n\n\n

“Para Hamalatul Qur’an tidak cukup hanya menjaga teks dan suara merdu, tetapi harus hadir di tengah masyarakat, membina dan menumbuhkan budaya qurani,” serunya.

\n\n\n\n

Universitas PTIQ sendiri telah mengambil langkah konkret melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama dalam Program Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) bagi lebih dari 250.000 guru PAI di Indonesia. Menurut Tholabi, program ini menunjukkan bahwa PTIQ bukan hanya mencetak qari dan hafizh, tetapi juga membangun sistem penjaminan mutu baca Al-Qur’an nasional secara sistemik, bukan simbolik.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: