Grup Lippo (MPPA) Catat Rugi Naik Jadi Rp93,2M di Kuartal III

Grup Lippo (MPPA) Catat Rugi Naik Jadi Rp93,2M di Kuartal III
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), pengelola jaringan ritel Hypermart, membukukan rugi bersih sebesar Rp93,21 miliar sepanjang sembilan bulan  2026. Kerugian tersebut meningkat 6,13% dibandingkan rugi bersih Rp87,83 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah tekanan profitabilitas, penjualan bersih MPPA justru tumbuh 3,2% secara tahunan menjadi Rp5,77 triliun hingga September 2026, dibandingkan Rp5,60 triliun pada periode Januari–September 2025.

Berdasarkan laporan kinerja perseroan, laba bruto juga meningkat 1,9% menjadi Rp1,02 triliun dari Rp1,00 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Namun, pertumbuhan penjualan dan laba bruto tersebut belum mampu mendorong perbaikan laba usaha maupun laba bersih.

MPPA mencatatkan rugi usaha sebesar Rp33,34 miliar, berbalik dari laba usaha Rp8,80 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Kondisi ini menunjukkan tekanan pada profitabilitas operasional perseroan meskipun penjualan masih tumbuh.

Manajemen menyatakan terus berfokus pada peningkatan produktivitas, pengendalian biaya, dan efisiensi operasional guna memperbaiki kinerja secara bertahap.

Sepanjang 2026, MPPA melanjutkan pengembangan portofolio bisnis untuk menjangkau lebih banyak kebutuhan pelanggan. Hypermart dan supermarket tetap menjadi bisnis ritel utama dengan total 158 gerai.

Selain itu, Toko Mama mengoperasikan 49 gerai dengan konsep ritel berbasis komunitas yang menawarkan kebutuhan sehari-hari. Perseroan juga mengembangkan bisnis katering melalui Sunshine Food International (SFI), yang memiliki 33 lokasi operasional, serta bisnis restoran melalui Prima Cipta Lestari (PCL) dengan enam gerai Ruuma Eatery.

MPPA turut mengembangkan Tomorrow World, konsep shopping theme park yang memadukan belanja, hiburan, dan aktivitas komunitas, dengan delapan lokasi operasional.