BIKE Banting Setir, Siapkan 4 Proyek Jumbo Rp5,6T

BIKE Banting Setir, Siapkan 4 Proyek Jumbo Rp5,6T
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) yang sebelumnya dikenal sebagai produsen dan pedagang sepeda berencana merambah sejumlah sektor baru, mulai dari pembangkit listrik, data center, kawasan industri, hingga lapangan golf, dengan total kebutuhan investasi awal proyek mencapai sekitar Rp5,61 triliun.

Dalam keterbukaan informasi pada Rabu (4/11) BIKE menyebut Untuk mendukung perubahan arah bisnis tersebut, perseroan mengusulkan penambahan tujuh klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI), mencakup pembangkit listrik, usaha ketenagalistrikan terintegrasi, pengembangan aplikasi e-commerce, penyediaan infrastruktur komputasi dan hosting, kawasan industri, fasilitas lapangan, serta aktivitas perusahaan induk.

Di sektor energi, BIKE membidik peluang proyek pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Bali berkapasitas 200 megawatt (MW). Proyek rintisan ini diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp3 triliun, dengan peluang bisnis melalui peran sebagai kontraktor utama engineering, procurement, and construction (EPC).

Perseroan juga menyiapkan ekspansi ke bisnis pusat data melalui proyek Data Center Pulomas dengan kapasitas IT Power 10 MW dan standar keandalan Tier III. Kebutuhan belanja modal proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp1,11 triliun.

Tak berhenti di situ, BIKE berencana mengembangkan Kawasan Industri Hijau Indramayu seluas 1.300 hektare. Kawasan tersebut dirancang terintegrasi dengan infrastruktur energi mandiri berupa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 200 MW serta battery energy storage system (BESS) berkapasitas 613 megawatt hour (MWh). Untuk tahap pertama, proyek ini membutuhkan estimasi pendanaan Rp1,31 triliun.