BEI Minta Penjelasan Emiten Boy Thohir, Terkait Ini

BEI Minta Penjelasan Emiten Boy Thohir, Terkait Ini
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - Bursa Efek Indonesia (BEI)  meminta penjelasan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) emiten milik Boy Thohir terkait kondisi keuangan dan operasional perseroan. Salah satu sorotan adalah peningkatan utang bank yang mencapai US$1,16 miliar per 30 Juni 2026.

Dalam tanggapannya, manajemen ADMR menjelaskan saldo utang bank meningkat dari US$713,02 juta pada 31 Desember 2025 menjadi US$1,16 miliar pada 30 Juni 2026. Kenaikan tersebut antara lain berasal dari penarikan pinjaman PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) sebesar US$323,1 juta serta penambahan fasilitas pinjaman baru senilai US$100 juta.

Perseroan menyebut dana pinjaman tersebut digunakan untuk pengembangan proyek smelter aluminium dan fasilitas pendukungnya, serta memenuhi kebutuhan modal kerja.

Untuk menjaga kemampuan membayar pokok dan bunga pinjaman yang memiliki jadwal pembayaran hingga 2031, ADMR mengandalkan proyeksi arus kas Grup dan jadwal pembayaran utang. KAI juga akan mencadangkan dana dalam Debt Service Reserve Account guna memastikan kelancaran pembayaran kewajiban tersebut.

Manajemen menyatakan pemantauan terhadap pemenuhan financial covenants dan kecukupan likuiditas dilakukan secara berkala. Perseroan juga mengevaluasi potensi dampak perubahan kondisi operasional maupun harga komoditas terhadap kemampuan memenuhi kewajiban keuangan.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan ADMR turut mengalami kenaikan. Per 30 Juni 2026, beban pokok pendapatan tercatat US$306,04 juta, meningkat dari US$263,75 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

ADMR menjelaskan kenaikan tersebut terutama dipengaruhi peningkatan volume produksi dan penjualan batu bara. Kondisi ini turut mendorong kenaikan biaya jasa pertambangan serta biaya pengangkutan dan bongkar muat.

Royalti kepada pemerintah juga meningkat sekitar 49%. Menurut perseroan, kenaikan tersebut dipengaruhi peningkatan volume produksi serta harga batu bara yang lebih tinggi. Kedua faktor itu berpengaruh langsung terhadap perhitungan royalti.