HARIANRAKYAT.ID TANGERANG-Asosiasi Pengusaha Aqiqah Indonesia (ASPAQIN) baru saja menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) ke-4. Rakernas diselenggarakan setiap empat tahun sekali, berlangsung di Hotel Lemo-Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Rabu (19/2/2025).
Ketua Umum Aspaqin Yadi Suherlan, berpesan kepada semua stakeholder agar bisa bersinergi dan berkolaborasi untuk mempercepat pertumbuhan bisnis aqiqahnya. Di samping itu, di era digital saat ini, diharapkan model bisnis harus mengikuti zaman.
“Banyak lembaga lembaga aqiqah sudah berubah model dari konvensional menjadi bisnis berstandar Industrialisasi,” ujarnya.
Dengan mengusung tema “Strategi Pengembangan Bisnis Dalam Meningkatkan Penjualan Dan Ekosistem Industri Aqiqah,” lanjut Yadi diharapkan dapat memberikan sinergitas antar pengusaha aqiqah yang satu dengan yang lainnya.
“Bukan hanya itu saja, asosiasi ini juga diharapkan bisa menjadi tempat belajar untuk lebih meningkatkan ilmu khususnya pada bidang bisnis jasa aqiqah,” harap ia.
Tujuan diadakannya Rakernas tentu salah satunya sebagai tonggak awal kegiatan rencana kerja dewan pengurus pusat (DPP), dewan pengurus wilayah (DPW) dan dewan pengurus daerah (DPD) untuk empat tahun kedepan selama kepengurusan periode 2024-2028.
“Agenda utama dari Rakernas ini adalah sebagai panggung pengukuhan semua pengurus dari level DPP-DPD untuk bisa saling ber sinergi dalam menjalankan aktifitas roda organisasi Aspaqin. Tidak tidak lain supaya anggota bisa tumbuh bisnisnya dan bisa berkembang dan juga bisa melayani seluruh kebutuhan umat muslim di Indonsesia,” tegasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan ini turut menghadirkan praktisi juga Motivator Bisnis Coach Fitra Jaya Shaleh. Diharapkan kehadiran motivator ini dapat menambah wawasan dan Insade untuk peserta dan pengurus Aspaqin yang hadir.
Acara ini dapat terlaksana dan dukung oleh Pantia Aspaqin DPW Banten. Acara ditutup dengan penyerahan bendera Aspaqin dari ketua Umum Yadi Suherlan untuk melaksanakan dan menugaskan Acara Aspaqin Meet up 2025 Di DPW Propinsi Lampung. (din).



