back to top
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1447 - 2025
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2025 - dan Tahun Baru 2026 2025
BerandaDaerahKAI Daop 7 Madiun Sayangkan Truk Mogok Tertemper KA Dhoho

KAI Daop 7 Madiun Sayangkan Truk Mogok Tertemper KA Dhoho

HARIANRAKYAT.ID, MADIUN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyayangkan insiden truk tertemper KA 408 CL Dhoho relasi Kertosono–Malang. Terjadi di perlintasan resmi terjaga antara Stasiun Blitar–Garum, Selasa (28/4/2026) malam.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 21.35 WIB di JPL 190 Km 120+448. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan kejadian bermula saat perangkat peringatan di perlintasan telah aktif dan sirene berbunyi sebagai tanda akan adanya kereta api melintas.

Namun, saat petugas bersiap menutup palang pintu, truk tetap melintas. Ketika berada di tengah perlintasan, kendaraan tersebut mendadak mogok dengan posisi tidak presisi terhadap jalur rel sehingga menghalangi ruang bebas perjalanan kereta api.

“Pada saat sirene peringatan sudah berbunyi dan petugas bersiap menutup palang pintu, truk tersebut tetap melintas. Saat berada di tengah perlintasan, kendaraan tiba-tiba mengalami mogok dengan posisi tidak preipal dengan jalur kereta api, sehingga menghalangi ruang bebas jalur kereta api,” ujar Tohari.

Petugas penjaga perlintasan sempat berupaya menghentikan laju kereta dengan membawa semboyan 3. Namun karena jarak kereta yang sudah terlalu dekat, KA 408 tidak dapat berhenti sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Akibat kejadian tersebut, lokomotif KA 408 mengalami gangguan teknis berupa patahnya plug kran sehingga kereta sempat berhenti di lokasi kejadian. Meski demikian, masinis dan asisten masinis dilaporkan dalam kondisi selamat.

KAI Daop 7 kemudian berkoordinasi dengan PPKA, petugas pengamanan, dan tim sarana untuk melakukan penanganan di lokasi. Proses evakuasi truk berhasil diselesaikan pada pukul 22.00 WIB sehingga jalur kembali dapat dilalui.

Selanjutnya, pada pukul 22.35 WIB lokomotif berhasil diperbaiki dan KA diizinkan berjalan mundur menuju Stasiun Blitar dengan kecepatan terbatas 5 km/jam, didahului petugas yang membawa semboyan 3 sebagai bentuk pengamanan.

Tohari menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan agar disiplin saat melintasi perlintasan sebidang.

“Kami sangat menyayangkan tindakan pengguna jalan yang tetap melintas saat sirene sudah berbunyi. Perlintasan sebidang bukan tempat untuk mengambil risiko. Pelanggaran seperti ini sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa palang pintu bukan alat pengaman utama, melainkan alat bantu untuk mengamankan perjalanan kereta api. Karena itu, seluruh pengguna jalan wajib mematuhi rambu-rambu lalu lintas sebelum memasuki perlintasan sebidang.

KAI kembali mengimbau masyarakat agar tidak melintas saat sirene berbunyi atau palang pintu mulai ditutup, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, tidak berhenti di area perlintasan, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api.

“KAI berkomitmen menjaga keselamatan perjalanan kereta api, namun diperlukan kedisiplinan seluruh pengguna jalan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tutup Tohari. (lik).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News