HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL- Begini respon Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel soal pelecehan yang dilakukan guru ngaji. Untuk mempertanggungjawabkan tindakan keji dan biadab itu, kini tengah ditangani Polres Tangsel.
Sekretaris MUI Kota Tangsel Doktor KH Abdul Rojak menegaskan, MUI Tangsel mengecam keras aksi bejat guru ngaji yang melakukan pelecehan terhadap santriwatinya. Pelaku sangat keji, biadab dan tidak bermoral. Pelaku juga sudah mencemarkan nama baik guru ngaji.
“MUI berharap kepada aparat penegak hukum untuk bersikap tegas. Agar pelaku diberikan hukuman yang berat supaya masalah ini tidak terulang kembali. MUI berharap semoga masalah ini tidak terjadi lagi di Tangsel karena masalah ini sudah menciderai moto Tangsel yang religius,” tegasnya.
Doktor Rojak menambahkan, MUI juga menghimbau kepada masyarakat untuk selektif dan hati-hati dalam memilih guru ngaji. Agar anak-anaknya tidak menjadi korban pelecehan.
“Pilihlah guru ngaji yang soleh. Akhlaknya baik dan ahli dalam bidang Al-Quran,” pungkasnya.
Demikian Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Tangsel Tabrani mengatakan, pihkanya telah mengintruksikan kepada semua institusi untuk melakukan pengawasan secara ketat dan akai deteksi secara dini.
“Jika itu terjadi dan ada bukti. Laporkan kepada apihak yang berwenang. Karena yang bisa menangani kepolisian,” ujarnya.
Sementara itu pelaku MH, (40) dari sebagai guru ngaji di Masjid Al Huda, Kampung Maruga RT 002 RW 004, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, yang dilaporkan Minggu, 29 September 2024.(din).



