140 Peserta Mengikuti Pembinaan Sekolah Adiwiyata, Begini Kata Pilar: Langkah Awal Jadi Generasi Restorasi

\nDinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel menyelenggarakan “Pembinaan Sekolah  Adiwiyata Tingkat Kota Menuju Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Banten tahun 2023” berlangsung di Hotel Soll Marina, bil...

140 Peserta Mengikuti Pembinaan Sekolah Adiwiyata, Begini Kata Pilar: Langkah Awal Jadi Generasi Restorasi
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Tangsel, Doni Herawan menjelaskan penyelenggaraan kegiatan sekolah adiwiyata tingkat kota menuju provinsi diikuti peserta sebanyak 140 orang berasal dari. 25 peserta sebagai pembina dan penilai kota.  43 sekolah yang sudah lolos tingkat kota, yang akan dilanjutkan ke tingkat provinsi. Serta 8 sekolah yang sudah lolos tingkat provinsi, akan dilanjutkan ke tingkat nasional. Adapun tingkat sekolah yang hadir dimulai dari TK/sederajat, SD/sederajat dan SMP/ sederajat.

\n\n\n\n
\"\"
Kebersamaan-Jajaran pimpinan DLH Kota Tangsel bersama dengan Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan (tiga dari kiri depan) foto bersama dengan seluruh peserta.
\n\n\n\n

Ketua Forum Adiwiyata Kota Tangerang Selatan Raden Roro Truetami Ajeng Soediutomo menyampaikan bahwa budaya peduli lingkungan perlu dilakukan sejak dini. Sebagai upaya pertama untuk meningkatkan pola pikir ramah lingkungan. Berangkat dari kenyataan inilah, tahun ini Dinas Lingkungan Hidup bersama Forum Adiwiyata menggulirkan Gerakan Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) tingkat Kota Tangerang Selatan. Dan menjadikan GPBLHS ini sebagai program lingkungan yang ditujukan untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah untuk melestarikan lingkungan.

\n\n\n\n

“Dari tahun ketahun, kami bersama-sama menyambut persiapan penilaian dengan melaksanakan bimbingan teknis penyusunan dokumen atau komponen GPBLHS kepada sekolah-sekolah yang sedang bersiap melanjutkan jenjang penghargaan. Bimtek dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Kami harap bisa menjadi dasar semangat bapak ibu dalam menjalankan GPBLHS di tahun –tahun kedepannya,” ucapnya.

\n\n\n\n

Tentu dengan dilaksanakannya pembinaan melalui bimbingan teknis ini akan terbuka wawasan bagi warga sekolah sehingga tidak menutup diri terhadap program pemerintah. Karena selama ini sekolah masih salah persepsi terhadap adiwiyata, pada umumnya sekolah-sekolah menganggap adiwiyata itu program yang memerlukan biaya mahal. Padahal tidak seperti itu.

\n\n\n\n

“Mudahnya, program adiwiyata terintegrasi di dalam akreditasi, RPP, kurikulum, profil sekolah, silabus, 8 standar dan kegiatan siswa yang berintegrasi dengan lingkungan,” tutupnya. (adv).

Pilih Halaman: