140 Peserta Mengikuti Pembinaan Sekolah Adiwiyata, Begini Kata Pilar: Langkah Awal Jadi Generasi Restorasi

\nDinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel menyelenggarakan “Pembinaan Sekolah  Adiwiyata Tingkat Kota Menuju Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Banten tahun 2023” berlangsung di Hotel Soll Marina, bil...

140 Peserta Mengikuti Pembinaan Sekolah Adiwiyata, Begini Kata Pilar: Langkah Awal Jadi Generasi Restorasi
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

“Perbaikan lingkungan atau restorasi ekosistem juga dapat dimulai dengan melakukan pemberdayaan lingkungan sejak dini. Pemahaman bahwa lingkungan yang lestari merupakan sebaik-baiknya warisan bagi generasi yang akan datang menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam perkembangannya. Sejalan dengan hal tersebut, sekolah adiwiyata menjadi pijakan dan batu loncatan pertama untuk menjadikan pribadi berwawasan lingkungan. Juga sebagai langkah awal bagi adik-adik sekalian menjadi generasi restorasi,” tambah ia.

\n\n\n\n
\"\"
Sambutan-Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Kota Tangsel Deniwati. Kepala DLH Kota Tangsel Wahyunoto Lukman dan Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Tangsel, Doni Herawan sekaligus sebagai ketua panitia. (dari kanan ke kiri).
\n\n\n\n

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel Wahyunoto Lukman menjelaskan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 52 dan No. 53 tentang Gerakan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah dan Penghargaan Sekolah Adiwiyata, sederhananya adalah sekolah yang menerapkan gerakan pembiasaan perilaku ramah lingkungan hidup di sekolah yang dilakukan secara kolektif, sadar, berjejaring dan berkelanjutan.

\n\n\n\n

“Perlu kita pahami bersama-sama, bahwa suatu gerakan yang bersifat pembiasaan ini bukan merupakan lomba yang dalam satu kali pelaksanaan sudah selesai, tapi kita melakukannya terus-menerus secara konsisten dan progresif. Tujuan besarnya adalah peningkatan kualitas lingkungan yang lebih baik, khususnya lingkungan di Kota Tengerang Selatan,” paparnya.

\n\n\n\n

Sejak awal penyelenggaraan sekolah adiwiyata di Kota Tangerang Selatan pada tahun 2011 hingga saat ini, sebanyak 286 sekolah, mulai di tingkat kota, provinsi, nasional maupun mandiri. Adiwiyata ini tidak hanya bagaimana penanganan lingkungan dan sampah saja, tetapi menyeluruh hingga di kurikulum pembelajaran.

\n\n\n\n

“Kami berkeinginan untuk menyatukan persepsi adiwiyata di sekolah-sekolah, sehingga para pelaku pendidik dapat mengetahui dan memahami dan diharapkan dapat mewujudkan sekolah adiwiyata yang peduli dan berbudaya lingkungan.  Diharapkan juga adiwiyata bisa mengajak anak dalam pembiasaan, tanggung jawab, kebersamaan, peduli lingkungan. Yang utama adalah edukasi kepada siswa terkait karakter lingkungan,” harapnya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: