Portal Berita Terpercaya - harianrakyat.id
https://harianrakyat.id/turap-kali-ciater-rp2-miliar-disorot-puing-beton-nyemplung-ke-aliran-kali
Rilis: Jumat, 23 Oktober 2026

Turap Kali Ciater Rp2 Miliar Disorot, Puing Beton Nyemplung ke Aliran Kali

Kontraktor mengaku telah membersihkan material tersebut, sementara DSDABMBK Tangsel meminta persoalan ditindaklanjuti. Pengawasan proyek juga menjadi perhatian.

Turap Kali Ciater Rp2 Miliar Disorot, Puing Beton Nyemplung ke Aliran Kali
Bacakan Artikel

HARIANRAKYAT.ID, TANGSEL – Proyek pembangunan turap Kali Ciater di segmen Jalan Widya Kencana, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), tengah menjadi sorotan.

Pasalnya, material beton dan puing sisa pekerjaan dilaporkan jatuh ke aliran anak kali di kawasan Tandon Ciater.

Kondisi ini memantik pertanyaan mengenai kehati-hatian dalam pelaksanaan proyek sekaligus efektivitas pengawasan pekerjaan yang menggunakan anggaran publik, Jumat (23/10/2026).

Proyek yang semestinya memperkuat infrastruktur pengendalian aliran air justru menyisakan persoalan di lapangan. Material konstruksi yang masuk ke badan kali berpotensi mengganggu aliran jika tidak segera ditangani.

Padahal, pekerjaan konstruksi di sekitar badan air membutuhkan metode kerja yang aman agar material tidak tercecer atau masuk ke saluran.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut bernama Pembangunan Turap Kali Ciater Segmen Jalan Widya Kencana.
Proyek dikerjakan PT Azrah Sejahtera Nusantara dengan nilai kontrak sebesar Rp2.008.529.000.

Pekerjaan berada di bawah Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel. Masa pelaksanaannya tercatat selama 98 hari kalender pada Tahun Anggaran 2026.

Dengan nilai proyek mencapai Rp2 miliar lebih, pekerjaan tentu tidak sekadar dituntut selesai tepat waktu. Faktor keselamatan kerja, kebersihan lokasi dan perlindungan terhadap lingkungan sekitar juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek.

Apalagi, material yang jatuh ke aliran kali berpotensi mengganggu fungsi saluran apabila tidak segera dibersihkan.

Sorotan pun mengarah kepada fungsi pengawasan. Konsultan pengawas memiliki peran memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, metode pelaksanaan, hingga ketentuan yang tercantum dalam kontrak.

Saat dikonfirmasi mengenai pengawasan proyek tersebut, konsultan pengawas, Endin, menyatakan pengawasan tetap berjalan.

“Pengawasan selama ini berjalan,” ujar Endin saat dihubungi.

Namun, jawaban tersebut belum menjelaskan apakah material beton dan puing yang jatuh ke aliran kali diketahui oleh pengawas saat kejadian berlangsung.

Termasuk, langkah pencegahan seperti apa yang dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Jika pengawasan memang berjalan, publik tentu berhak mengetahui bagaimana insiden tersebut bisa terjadi dan seperti apa evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Kepala DSDABMBK Kota Tangsel, Roby Cahyadi, mengatakan persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti.

Pihaknya meminta pelaksana membersihkan material yang jatuh ke aliran kali.

“Akan ditindaklanjuti dan dibersihkan,” terang Roby saat dikonfirmasi wartawan.

Sementara itu, perwakilan PT Azrah Sejahtera Nusantara, Imron, mengakui adanya material yang jatuh ke aliran kali.

Menurutnya, material tersebut terjatuh ketika proses pengangkutan menggunakan alat berat.
Ia memastikan pihak perusahaan langsung turun ke lokasi dan melakukan pembersihan.

“Hari ini tadi langsung sudah kita bersihkan, kita langsung ke lokasi. Puing-puing tersebut jatuh ketika diangkut oleh alat berat. Tapi semua sudah kita bersihkan,” kata Imron.

Penjelasan kontraktor tersebut menyebut material jatuh saat proses pengangkutan menggunakan alat berat.

Meski demikian, kondisi saluran tetap perlu dipastikan setelah pembersihan dilakukan. Pemeriksaan lapangan penting untuk memastikan tidak ada material yang masih tertinggal dan berpotensi menghambat aliran air.

Persoalan ini juga menjadi pengingat bahwa pekerjaan infrastruktur di sekitar badan kali membutuhkan kehati-hatian ekstra.

Jangan sampai proyek yang bertujuan memperkuat pengendalian aliran air justru meninggalkan material konstruksi di dalam saluran.

Karena itu, DSDABMBK, konsultan pengawas, dan kontraktor perlu memastikan seluruh puing benar-benar telah dibersihkan. Kondisi aliran juga perlu diperiksa dan metode pengangkutan material menggunakan alat berat dievaluasi.

Pernyataan bahwa pengawasan berjalan pun idealnya dibarengi evaluasi nyata di lapangan.
Sebab, pengawasan bukan sebatas memenuhi administrasi proyek. 

Pengawasan harus mampu memastikan pekerjaan berlangsung sesuai ketentuan dan mencegah persoalan yang dapat merugikan lingkungan maupun masyarakat.
Apalagi, proyek tersebut menggunakan uang rakyat.

Kontraktor dituntut bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan. Di sisi lain, DSDABMBK memiliki kewajiban memastikan setiap persoalan di lapangan ditindaklanjuti dan tidak berhenti sebatas pernyataan. (din).


.