Program Makan Bergizi, Refleksi Patriotisme Prabowo dan Posisi IMO-Indonesia

\nOleh: Yakub F. Ismail\n\n\n\nHARIANRAKYAT.ID, Jakarta – Telah jamak diketahui bahwa Indonesia termasuk negara dengan jumlah penduduk miskin yang terbilang masih cukup banyak.\n\n\n\nDari total penduduk kuran...

Program Makan Bergizi, Refleksi Patriotisme Prabowo dan Posisi IMO-Indonesia
Bacakan Artikel
\n

Yakub F. Ismail

\n\n\n\n

HARIANRAKYAT.ID, Jakarta – Telah jamak diketahui bahwa Indonesia termasuk negara dengan jumlah penduduk miskin yang terbilang masih cukup banyak.

\n\n\n\n

Dari total penduduk kurang lebih 280 juta jiwa, sekitar 9,03% di antaranya atau mencapai 25,22 juta jiwa menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tergolong miskin.

\n\n\n\n

Yang mengejutkan lagi, pada tahun 2022, BPS merilis sekitar 21 juta orang di Indonesia mengalami kekurangan gizi.

\n\n\n\n

Dalam beberapa sumber lain menyebutkan lebih dari setengah penduduk Indonesia, atau sekitar 183,7 juta orang atau 68 persen populasi, dapat digolongkan tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi harian mereka.

\n\n\n\n

Angka-angka statistik tersebut tentu bukan sekadar isapan jempol, melainkan fakta empirik yang perlu disikapi secara serius.

\n\n\n\n

Alhasil, untuk mengatasi masalah fundamental tersebut, Presiden Prabowo Subianto menelurkan program ambisius: Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk kepedulian dan komitmen memenuhi gizi masyarakat Indonesia yang kurang mampu.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: