Profesor Mujar Ibnu Syarif Dikukuhkan sebagai Guru Besar UIN Jakarta, Tekankan Kesetaraan Hak Politik Minoritas

Profesor Dr. Drs. KH. Mujar Ibnu Syarif, S.H., M.Ag resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Hukum Ketatanegaraan Islam Perbandingan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif...

Profesor Mujar Ibnu Syarif Dikukuhkan sebagai Guru Besar UIN Jakarta, Tekankan Kesetaraan Hak Politik Minoritas
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Sejak 1995, Profesor Mujar mengabdikan diri sebagai dosen di Fakultas Syariah UIN Jakarta dan telah melahirkan banyak lulusan yang kini berkiprah di berbagai sektor di Indonesia. Selain aktivitas akademik, ia juga aktif dalam sejumlah organisasi keislaman, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Tangerang Selatan.

\n\n\n\n

Dalam orasinya, Profesor Mujar mengemukakan bahwa masih terdapat problematika serius terkait partisipasi politik kelompok minoritas, khususnya di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Ia mencontohkan kondisi di Tunisia, Yordania, dan Pakistan, di mana warga negara non-Muslim belum sepenuhnya memperoleh hak politik untuk mencalonkan diri sebagai kepala negara.

\n\n\n\n

Sebaliknya, ia juga menyoroti negara-negara dengan mayoritas non-Muslim yang masih membatasi hak politik warga Muslim, termasuk dalam akses terhadap jabatan presiden. Kondisi tersebut, menurutnya, menegaskan perlunya pendekatan kebijakan yang lebih inklusif dan egaliter.

\n\n\n\n

โ€œHak politik semestinya diberikan kepada setiap warga negara tanpa diskriminasi agama, terutama dalam konteks pencalonan pemimpin nasional,โ€ tegasnya.

\n\n\n\n

Lebih lanjut, Profesor Mujar menjelaskan bahwa kajian yang ia lakukan tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga menganalisis implementasi kebijakan di Indonesia dan Malaysia. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kebijakan politik yang inklusif berpotensi memperluas partisipasi politik kelompok minoritas secara substantif.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: