HARIANRAKYAT.ID, TANGSEL-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten bersama industri perbankan meluncurkan bulan literasi keuangan. Berlangsung di Mall WTC Matahari Serpong, Minggu (10/5/2026)
Sekretaris Daerah Tangsel, Bambang Noertjahjo, menegaskan bahwa literasi keuangan telah menjadi agenda berkelanjutan pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pendekatan interaktif seperti ini diharapkan lebih efektif karena menyentuh langsung kehidupan rumah tangga.
“Ibu-ibu adalah menteri keuangan dalam keluarga. Dari sinilah pengelolaan keuangan dimulai. Harapannya, literasi ini tidak hanya dipahami, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Tentunya, dengan melibatkan Bank Banten, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank BJB, serta Pegadaian dengan tema “Sehat Bersama, Cerdas Mengelola Keuangan, Menuju Tangsel Maju dan Sejahtera”, kegiatan ini tidak sekadar seremoni. Nmaun menjadi ruang edukasi langsung bagi masyarakat agar semakin paham mengatur keuangan secara bijak di tengah tantangan era digital.
“Edukasi keuangan bukan hanya soal meningkatkan pemahaman, tetapi juga sebagai langkah pencegahan terhadap risiko seperti pinjaman online ilegal dan judi online. Masyarakat didorong untuk berinteraksi dengan lembaga keuangan yang legal dan diawasi,” tegasnya.
Kepala OJK Banten, Adi Dharma, mengapresiasi komitmen Pemkot Tangsel yang dinilai sangat kooperatif dalam mendorong literasi keuangan. Ia menyebut momentum ini sebagai bagian penting dari kick off Bulan Literasi Keuangan.
“Di era digital, akses keuangan sangat mudah, bahkan hanya dalam hitungan menit. Namun, di balik kemudahan itu ada risiko besar jika masyarakat tidak memahami produk keuangan yang digunakan,” jelasnya.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak tergoda pinjaman online ilegal yang tidak terdaftar di OJK. Sebaliknya, masyarakat dianjurkan memanfaatkan layanan perbankan resmi yang lebih aman dan terjamin.

Menariknya, kegiatan ini dikemas secara edukatif sekaligus rekreatif dengan melibatkan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) dibawah komando Zulfa Sungki yang juga sebagai anggota DPRD Kota Tangsel. Rangkaian acara meliputi senam massal yang diikuti sekitar 500 peserta, lomba Senam SKJ beregu, hingga pembagian ratusan doorprize.
Suasana semakin meriah ketika seluruh peserta larut dalam kebersamaan, menari dan berebut hadiah. Pendekatan ini menjadi bukti bahwa edukasi keuangan dapat disampaikan secara menyenangkan, dekat dengan masyarakat, dan lebih mudah dipahami.(din).



