HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kelurahan Setu, Kecamatan Setu, Kota Tangsel dihelat secara meriah. Sedikitnya ada empat cabang lomba diikuti putra dan putri asal wilayah Setu.
MTQ ini menjadi agenda rutin di tahun kedua dalam rangka mencari putra putri yang memiliki bakat dalam pengembangan Tilawatil Quran dan hafalan berlangsung pada Sabtu (27/7/2024).
Lurah Setu Adhi Mustofa mengatakan penyelenggaraan MTQ Tingkat Kelurahan sebagai upaya menjaring putra putri berbakat dalam pengembangan tilawah serta berbagai kemampuan dalam bidang al Quran. Baik tilawah, hafalan, fahmil quran dan syarhil Quran. Nantinya bagai para pemenang akan diikutsertakan pada ajang tingkat kecamatan.

“Jadi ini tahapan yang paling dasar untuk menjaring putra dan putri yang memiliki bakat dalam pengembangan qori dan qoriah. Tentu dengan diadakannya MTQ kelurahan yang kedua ini kita dapat melihat banyak potensi yang ada di setiap RW,” ujarnya di damping Kasi Kesos Kelurahan Setu Citra Dewi.
Dirinya tidak menyangka, antusias masyarakat begitu tinggi selama MTQ berlangsung. Tentu pesannya betul-betul sampai kepada masyarakat, betapa pentingnya mengamalkan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari. Al Quran sebagai pedoman hidup bagi umat Islam. Untuk sampai kesana harus rajin membaca kemudian memahami pesannya. Lalu diamankan dalam mempraktikkan dalam aktivitas sehari-hari.
“Inilah pesan yang menjadi dasar mengapa MTQ selalu diselenggarakan,” tambah ia.
Sementara itu, Camat Setu, Erwin Gemala Putra mengatakan momen MTQ Tingkat Kelurahan Setu sebagai upaya mengajak kepada masyarakat untuk meningkatkan syiar Islam melalui MTQ. Sehingga diera digital tetap budaya membaca Al Qur’an membumi dan tidak berlangsung secara seremonial saja. Melainkan dapat diambil manfaatnya dengan syiar Islam.
“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menggali potensi cabang-cabang MTQ, dan bisa menambah wawasan dan keilmuan,” tambah ia.
Sementara itu jumlah Dewan hakim sebanyak 14 Orang sedangkan Jumlah Peserta Perkiraan 60 an. Masing-masing RW menjadi Official. Para peserta berasal dari RW 1, 2, 3, 4, 5 dan 6.
Ketua LPTQ Kecamatan Setu H Sanusi merinci ada empat cabang lomba terdiri dari cabang tilawah, tahfidz Qur’an, Syarhil Qur’an, dan fahmil Qur’an. Dari cabang tilawah, dibagi pada golongan remaja ada putra dan putri, demikian tilawah anak-anak ada putra dan putri.
“Untuk tilawah murottal dibagi pada golongan lansia dan ASN. Sedangkan Tahfidz Qur’an dibagi golongan satu juz dan lima juz,” ia merinci.
Dalam perlombaan ini menggunakan skema satu babak yaitu langsung final. (din).
| BalasTeruskanTambahkan reaksi |
https://meet.google.com/call?authuser=0&hl=id&mc=KAIwAWgAmgEUOhJwaW50b19xeTcxOHFjc3VxYnGiATYaAhAAMgJQADoCEAFKBAgBEAFaAggAagIIAXICCAF6AggCiAEBkgECEAGaAQQYASAAogECEACyAQcYAyAAKgEwwgECIAHYAQE&origin=https%3A%2F%2Fmail.google.com&iilm=1722330461766



