Kinerja Baznas Tangsel Disorot: Target ZIS 2024 Tak Tercapai, 2025 Surplus, 2026 Dipatok Rp21 Miliar

\nKinerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang Selatan menunjukkan dinamika tajam. Pada 2024 pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) hanya mencapai Rp10 milia...

Kinerja Baznas Tangsel Disorot: Target ZIS 2024 Tak Tercapai, 2025 Surplus, 2026 Dipatok Rp21 Miliar
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Soal penyaluran, pendidikan menjadi program prioritas utama, disusul kesehatan, dakwah dan advokasi serta kemanusiaan dan ekonomi. Di sektor ekonomi, Baznas menyalurkan bantuan gerobak dan modal usaha. Untuk pendidikan tersedia beasiswa dan bantuan pendidikan.

\n\n\n\n

\"Baznas Tangsel juga menerapkan dua pendekatan penyaluran, yakni programatik dan temporer. Pendekatan temporer melayani mustahik yang datang langsung, seperti kebutuhan buku, seragam dan perlengkapan sekolah,\" ia merinci.

\n\n\n\n

Di sektor kesehatan, bantuan mencakup biaya operasional, kursi roda, alat bantu dengar, kaki palsu serta perangkat penunjang lainnya. Tentunya capaian 2025 patut diapresiasi, namun target ambisius 2026 dan rencana infak sekolah menuntut kepastian regulasi, transparansi, serta pengawasan ketat agar pengumpulan dan penyaluran tetap akuntabel dan tepat sasaran.

\n\n\n\n

Ridwan (48) warga Ciputat Timur menyebut, Baznas Tangsel perlu menggali lebih luas potensi yang ada, bukan hanya sektor ASN yang mudah. Tapi ke sektor lain. \"Kalau hanya mengandalkan zakat penghasilan dari ASN itu sangat gampang. Yang sulit adalah bagaimana mampu menarik di luar itu untuk menyerahkan zakatnya ke Baznas Tangsel di tengah persaingan maraknya Lembaga Amil Zakat yang tumbuh subur di Tangsel. Faktanya mereka bisa survive,\" ia melontarkan kritik. (din).

\n\n\n\n

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2