Kerukunan Masyarakat Tangsel Jadi Rujukan Kabupaten Muara Enim Sumsel 

\n\n\n\n\nCIPUTAT, HARIANRAKYAT.ID-Pengurus Harian Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Kesbangpol Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan studi banding ke Kota Tangsel. \n\n\n\n\n\n\n\nK...

Kerukunan Masyarakat Tangsel Jadi Rujukan Kabupaten Muara Enim Sumsel 
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Lanjut ia, setelah melihat fakta, begitu rombongan tiba di tempat, lebih awal dari yang lain, disambut langsung Kepala Badan Kesbangpol Tangsel  bersama Ketua FKUB Tangsel.

\n\n\n\n

\"Kami langsung berfikir, kekompakan Kaban Kesbangpol dengan Ketua FKUB yang kasat mata saya lihat ini. Boleh jadi salah satu indikator sekaligus  kunci penentu keberhasilan mereka dalam menjaga kondusifitas Tangsel,\" pujinya.

\n\n\n\n

Di tempat yang sama, Ketua FKUB Tangsel Fachruddin Zuhri mengatakan, sejak 2021 indeks kerukunan umat beragama (IKUB) Tangsel naik 4,93%, kini pada posisi 72,39%.

\n\n\n\n

Fachrudin mengutip penyampaian Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Analisis dan Pengembangan Lembaga Dr. Mahmud Syalyout alias Gus  Mahmud pada 8 September 2022 dalam satu Diklat di bilangan Ciputat Kota Tangsel, 

\n\n\n\n
\"\"
Kir-Kan: Ketua FKUB Tangsel Fachruddin Zuhri, Sekretsris KH. Ahmad Sopyan Mastas, Heriyanto Khonghucu, Pandita Tjen Eddy Sastro Budha, dan KTU FKUB Irma Waida.
\n\n\n\n

Jika IKUB Tangsel  masih pada posisi yang sama 72,39 persen.

\n\n\n\n

Kondisi itu  menghantarkan FKUB Tangsel sempat tercatat sebagai calon penerima Harmony Award.  

\n\n\n\n

\"Saat ini kami terus berupaya sedemikian rupa agar Tangsel tetap kondusif, sambil terus meningkatkan kinerja dan berharap saat yang tepat kami berhak mendapatkan Harmony Award,\" ujarnya semangat.

\n\n\n\n

Nampak hadir  Sekretaris FKUB Tangsel KH. Ahmad Sopyan Mastas,  Wakil Sekretaris Andreas Darma Subhyakya unsur Katolik, Pandita Tjen Eddy Sastro  unsur Budha, FKUB Heriyanto unsur Khonghucu,  dan Kepala Tata Usaha (KTU)  FKUB Irma Waida.

\n\n\n\n

Mantan dosen dan aktivis itu, berkelakar kunjungan ini serasa pulang kampung. Wajar sangat pantas disebut dulur \"serasan sekundang, karena Kabupaten Muara Enim dengan Kabupaten Lahat tempat lahir dan masa kecil Ketua FKUB Tangsel  masih satu rumpun bahasa dan budaya.

\n\n\n\n

\"Jadi misteri silaturahmi selalu melampaui batas dugaan kita sebagai mahluk,\" beber Fachruddin.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: