Jalan Desa hingga Sekolah Gratis, Andra Soni–Dimyati Tanamkan Pondasi Pembangunan Berkelanjutan di Provinsi Banten

\nSepanjang tahun 2025, kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah terus menggerakkan pembangunan Provinsi Banten ke arah peme...

Jalan Desa hingga Sekolah Gratis, Andra Soni–Dimyati Tanamkan Pondasi Pembangunan Berkelanjutan di Provinsi Banten
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Sebagai penguatan layanan, pada 18 Desember 2025 Pemprov Banten mengoperasionalkan Faskin Link, layanan telekonsultasi gratis oleh dokter Puskesmas melalui telepon genggam. Saat ini, layanan tersebut telah tersedia di 16 Puskesmas, guna menjembatani kendala geografis dan jarak.

\n\n\n\n

Banten Cerdas: Pendidikan Gratis dan Penguatan SDM Desa

\n\n\n\n

Di sektor pendidikan, program Banten Cerdas diwujudkan melalui Sekolah Gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SKh swasta, serta Program Sarjana Penggerak Desa. Pada tahun pertama pelaksanaan 2025, Program Sekolah Gratis diikuti oleh 801 sekolah swasta dengan total 60.705 siswa terverifikasi.

\n\n\n\n

Program ini difokuskan pada sekolah swasta guna memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang setara dan berkualitas, meningkatkan partisipasi sekolah, serta mendorong keadilan sosial dan penciptaan sumber daya manusia unggul.

\n\n\n\n

Pemprov Banten juga mengimplementasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara kolaboratif lintas sektor. Hingga Desember 2025, telah terbentuk 537 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan jumlah penerima manfaat lebih dari 1,5 juta orang, terdiri atas siswa, ibu hamil, balita, dan kelompok rentan.

\n\n\n\n

Selain itu, Pemprov Banten mengoperasikan empat Sekolah Rakyat, yaitu: Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 Kota Tangerang Selatan,
Sekolah Rakyat Menengah Atas 34 Kabupaten Lebak, Sekolah Rakyat Terintegrasi SD–SMP 36 Kabupaten Lebak dan Sekolah Rakyat Terintegrasi SD–SMP 37 Kota Serang. Program Sarjana Penggerak Desa memberikan beasiswa hingga Rp20 juta per orang, dengan fokus pada bidang pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan, peternakan, ekonomi, akuntansi, dan teknologi informasi.

\n\n\n\n

“Generasi muda desa adalah pihak yang paling memahami potensi dan tantangan desanya. Jika kepemimpinan kami memiliki batas waktu, maka merekalah yang akan melanjutkan pembangunan desa dengan bekal ilmu pengetahuan sebagai investasi jangka panjang,” ungkap Andra Soni.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: