back to top
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Hari Buruh 1 mei 2024
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Hari Buruh 1 mei 2024
BerandaBantenImbas Kenaikan BBM, Inflasi Tangsel Tembus 6,3 persen

Imbas Kenaikan BBM, Inflasi Tangsel Tembus 6,3 persen

TANGSEL -Pemkot Tangsel tengah mengkaji beban kerja pegawai. Hal ini untuk mengantisipasi over load beban kerja sehingga dapat ideal.

Walikota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan inflasi Tangsel tercatat cukup tinggi. Untuk tahun kalender, Desember 2021  hingga September 2022  6,3 persen. Kendati untuk tahunan atau  yoy masih 5 persen. Kemudian beberapa komoditi yang menyebabkan angka ini tinggi yakni cabe hingga kini masih mahal.

“Sedangkan komoditi lainnya seperti  ayam potong dan tomat serta beberapa jenis lain tidak signifikan. Hanya cabai yang harganya melejit,” ujarnya.

Untuk minyak harga stabil. Sekarang ini stok  juga tersedia sesuai harga pemerintah Rp 14 ribu hingga Rp 14.500 ribu dan stok tidak kekurangan. Tentu kenaikan BBM menyebabkan inflasi. Hal ini sejalan dengan  permintaan yang tetap tinggi. Cabe misalnya. Sementara suplai dari daerah lain suplai kurang bagus. 

“Yang kami lakukan Dinas Pertanian sudah menyemai  kurang lebih 10 ribu bibit cabai. Sekarang sedang saya menginstruksikan lagi menyemai 30-40 ribu bibit cabai misalnya di KPT semuanya di tanam di sana. Nanti saat panen bareng kemudian didistribusi ke pasar atau kelompok masyarakat. Di sana ada setengah hektar,” ujarnya.

Upaya lain untuk menekan inflasi akan memberikan bantuan bagi alat transportasi khusus mengangkut bahan pokok. Melibatkan dinas terkait. Adapun teknisnya soal bahan pokok sayur mayur, bersama BUMD Tangsel khusus pengelola pasar. Sehingga bisa berjalan dengan lancar.

“Kami mengambil kebijakan di APBD misalnya mengintervensi melalui Dinas Perhubungan untuk subsidi transportasinya untuk beberapa bahan komoditi cabe beras dan lain-lain  dan teknisnya kami gunakan BUMD PT Pasar Mandiri supaya harga tetap sama antara  Brebes dan Tangsel,” tambah ia.

Pemkot juga menganggarkan lebih dari Rp 4 miliar khusus dari APBD Tangsel. Bantuan datang dari APBD Provinsi serta APBN.

“Pada kelompok BLT sudah disalurkan dari APBD Rp 4,3 miliar untuk 7 ribu Keluarga Penerima Manfaat ( KPM) di luar APBD Provinsi dan APBN,” jelas Benyamin. (red).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News