Hari Jadi Yayasan CMR ke-12, Sejarah Lahirnya Logo Tangsel dan Para Perumus Tim Sembilan

\nYayasan CMR Tangerang Selatan (Tangsel) merayakan hari jadi yang ke XII tepat pada Kamis, 31 Oktober 2012 silam. Yayasan CMR lahir kaitan erat dengan sejarah Tim Sembila...

Hari Jadi Yayasan CMR ke-12, Sejarah Lahirnya Logo Tangsel dan Para Perumus Tim Sembilan
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Fachruddin juga menyampaikan susunan pengurus meliputi pembina Purn (TNI) Tommy Sanger, pengawas Adrianus Sociawanto, Sekretaris Arafah Fara dan Bendahara Gusdarty Ilyas. Direktur Bela Negara, HM. Norodom Soekarno yang membina anak bangsa lintas generasi. Direktur Lembaga Pendidikan Kompetrnsi (LPK) M. Muid membina generasi agar memiliki keterampilan tertentu. Direktur A, GenZMilineal Evik Supriyanto, membina generasi usia 15-40 tahun, Direktur B, Dewasa M. Yudha Carnegei membina generasi usia 41-60 tahun dan Direktur C, Senior Jafeth Marsello Ginting membina generasi usia 61 tahun atau lebih,” ia merinci.

\n\n\n\n

Sementara itu, Ketua Tim Lomba Logo Daerah Kota Tangsel  Norodom Soekarno menceritakan, awal mula mendapatkan tugas masuk dalam Tim Sembilan untuk merumuskan logo Pemerintah Daerah Kota Tangsel yang kala itu baru terbentuk dari pemekaran Kabupaten Tangerang.

\n\n\n\n

“Setelah Tim Sembilan menyerahkan hasil logo dari tiga nominasi terbaik atas putusan rapat pleno diserahkan kepada Walikota Tangsel,” ujarnya.

\n\n\n\n

Maka Pemkot membentuk tim khusus untuk merancang Peraturan Daerah (Perda) disampaikan kepada DPRD. Selanjutnya DPRD membentuk tim pantia khusus (Pansus) membahas dan mengkaji serta merumuskan logo Tangsel dijadikan Perda. Meski pada akhirnya tim perumus logo tidak pernah diundang saat pembahasan oleh dewan.

\n\n\n\n

“Kami tidak merasa kecewa selama Pansus diadakan, kami tidak pernah diundang. Tetapi kami Tim Sembilan legowo bahwa kami sudah memberikan kontribusi dan dedikasi kepada masyarakat Tangsel,” ujarnya berapi-api.

\n\n\n\n
\"\"
Suasana kemeriahan perayaan hari jadi Yayasan CMR bersama tokoh masyarakat Kota Tangsel pada Kamis (31/10/2024).
\n\n\n\n

Menurutnya, jika berbicara hak cipta, rancangan logo daerah itu hak paten Tim Sembilan, terdiri dari dua lambang, pertama lambang Blandongan dan motto daerah yang penuh dengan perdebatan. Ada yang menginginkan dengan Bahasa Sansekerta  ada juga yang menginginkan sebelum Banten berpisan dengan Provinsi Jawa Barat dengan Bahasa Pasundan.

\n\n\n\n

“Namun Tim Sembilan memutuskan dengan rapat pleno bahwa Motto Tangsel cerdas modern dan religius,” ujarnya disambut tepuk tangan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: