DLH Tangsel Gelar Climate Change Forum 2026, Penguatan Mitigasi Iklim dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

\nDinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan melalui penyelenggaraan Tangsel Climate Change Forum dalam rangka memperingati Ha...

DLH Tangsel Gelar Climate Change Forum 2026, Penguatan Mitigasi Iklim dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Bacakan Artikel
\n\n\n\n

Dalam perspektif ilmiah, ia juga menggarisbawahi bahwa perubahan iklim dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pengelolaan sampah yang tidak tepat. Sampah organik yang terakumulasi menghasilkan gas metana (CHâ‚„), yang memiliki potensi pemanasan global jauh lebih tinggi dibandingkan karbon dioksida (COâ‚‚). Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik yang sulit terurai akan terfragmentasi menjadi mikroplastik yang berdampak serius terhadap ekosistem.

\n\n\n\n

Forum ini juga menghadirkan narasumber dari kalangan peneliti. Perwakilan Pusat Riset Oseanologi (PRO) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Muhammad Reza Cordova, memaparkan fenomena yang disebut sebagai “bom waktu mikroplastik”. Ia mengungkapkan bahwa akumulasi sampah plastik di Indonesia pada periode 2018–2023 mencapai sekitar 5,5 juta ton.

\n\n\n\n

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ancaman serius, mengingat Indonesia merupakan negara maritim dengan sekitar 70 persen wilayahnya berupa perairan. Jika tren pencemaran tidak dikendalikan, diproyeksikan pada tahun 2050 jumlah sampah plastik di laut dapat melampaui populasi ikan. Selain itu, kerugian ekonomi akibat pencemaran laut diperkirakan mencapai ribuan triliun rupiah.

\n\n\n\n

Sementara itu, praktisi lingkungan Sigit Priambodo menambahkan bahwa krisis lingkungan saat ini ditandai oleh peningkatan suhu global yang memicu berbagai fenomena cuaca ekstrem, seperti banjir, kekeringan, dan badai. Ia juga menyoroti ancaman pencemaran plastik yang mencapai sekitar 8 juta ton per tahun di lautan, yang berdampak langsung terhadap kehidupan biota laut dan manusia.

\n\n\n\n

Lebih jauh, ia mengaitkan degradasi lingkungan dengan dampak kesehatan masyarakat, seperti meningkatnya risiko penyakit pernapasan, kanker, serta gangguan reproduksi akibat pencemaran udara, air, dan tanah.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: