HARIANRAKYAT.ID- Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Internasional yang jatuh setiap tanggal 24 Januari, Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) menyelenggarakan UPJ Talks 2025 dengan tema “Sociopreneurship: Act to Impact”. Acara ini bertujuan untuk memperluas wawasan para pendidik mengenai peran sociopreneurship dalam dunia pendidikan serta mendorong inovasi dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya.
Kegiatan yang berlangsung di Teater 1 Gedung A UPJ ini menghadirkan dua pembicara inspiratif, yakni Tri Erwinsyah Putra, Co-Founder Kopi Tuli, dan Dr. Mohamad Trio Febriyantoro, S.E., M.M., Ph.D., Head of Jaya Center for Advanced Learning (JCAL) UPJ. Acara ini dihadiri oleh para guru dari berbagai sekolah di Tangerang dan Jakarta, sebagai bagian dari komitmen UPJ dalam menjalin kemitraan strategis dengan institusi pendidikan untuk berbagi ilmu dan pengalaman.
Kegiatan ini didukung Hotel Santika Bintaro, Dana Cita, Rumah Sakit Cinta Kasih, MK Skin Clinic, McDonald’s Bantenkita.com, dan HarianRakyat.id.
Dalam sambutannya, Rektor UPJ, Ir. Yudi Samyudia, Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang telah berbagi pengalaman serta menyoroti tantangan yang dihadapi dunia pendidikan dalam menghadapi era digital dan kecerdasan buatan (AI).
“Perkembangan AI yang begitu pesat memang menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan. Namun, ada satu hal yang tidak bisa tergantikan oleh teknologi, yaitu aspek kemanusiaan. Oleh karena itu, kita sebagai pendidik harus dapat memanfaatkan teknologi dengan bijak dan memastikan bahwa pendidikan tetap memiliki sentuhan humanis,” ujar Ir. Yudi Samyudia, Ph.D.
Selain itu, ia juga menekankan relevansi tema sociopreneurship dalam pendidikan, di mana dunia usaha seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap komunitas di sekitarnya.
Pada sesi pertama, Dr. Mohamad Trio Febriyantoro, S.E., M.M., Ph.D. membahas pentingnya social entrepreneurship dalam menciptakan solusi inovatif yang tidak hanya berkelanjutan secara finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan. Ia menyoroti kisah inspiratif Ibu Suryani, seorang pelaku usaha yang berhasil memberdayakan anak-anak berkebutuhan khusus melalui industri kuliner.
“Bisnis berbasis social entrepreneurship tidak hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga bagaimana menciptakan dampak sosial yang positif. Meskipun tantangannya besar, selalu ada peluang bagi mereka yang memiliki tekad dan visi untuk membawa perubahan,” ungkapnya.
Sesi berikutnya menghadirkan Tri Erwinsyah Putra, Co-Founder Kopi Tuli, yang berbagi perjalanan inspiratif dalam membangun bisnis berbasis sosial. Dengan tagline “The Taste That Touches Your Heart”, Kopi Tuli bukan hanya sekadar kedai kopi, tetapi juga sebuah gerakan yang mengedepankan inklusivitas bagi komunitas teman tuli.
“Kami ingin menciptakan ruang di mana teman tuli bisa bekerja, berdaya secara ekonomi, dan memiliki kesempatan yang setara. Kopi Tuli juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk lebih memahami dan menggunakan bahasa isyarat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Erwin.
Selain itu, ia juga membagikan pengalaman pribadinya sebagai individu yang kehilangan pendengaran sejak usia dua tahun, dan bagaimana tantangan tersebut justru menjadi motivasi baginya untuk membangun usaha yang dapat memberdayakan komunitas tuli.
Acara UPJ Talks 2025 ditutup oleh Elisabeth Rukmini, Ph.D., Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Operasional, dan Kerja Sama. Dalam sesi penutupan ini, Elisabeth mengajak para peserta untuk berpartisipasi dalam permainan interaktif dengan pertanyaan seputar UPJ dan unit-unit usaha PT Pembangunan Jaya. Kegiatan ini menjadi momen yang menyenangkan sekaligus edukatif, mempererat hubungan antara UPJ dan para pendidik yang hadir.
Melalui UPJ Talks 2025, UPJ berharap dapat menginspirasi lebih banyak pendidik dan pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis berbasis sosial yang tidak hanya mengutamakan keuntungan finansial, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan dan dunia usaha dapat saling bersinergi untuk menciptakan perubahan yang lebih baik.
Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) adalah perguruan tinggi swasta yang terletak di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Berdiri tahun 2011, UPJ berfokus kepada kajian perkotaan dan menawarkan berbagai program sarjana di berbagai bidang, Arksitektur, Teknik Sipil, Informatika, Sistem Informasi, Desain Produk, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Akuntansi, Psikologi dan Ilmu Komunikasi. UPJ berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri saat ini.(ADT)



