RSUD dr Iskak Tulungagung Jalani Survei Akreditasi LARS-DHP, Perkuat Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien

RSUD dr Iskak Tulungagung menjalani survei akreditasi oleh LARS-DHP pada 14–22 Juli 2026 sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien sesuai standar nasional terbaru Kemenkes RI.

RSUD dr Iskak Tulungagung Jalani Survei Akreditasi LARS-DHP, Perkuat Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien
Bacakan Artikel

HARIANRAKYAT.ID, TULUNGAGUNG – RSUD dr Iskak Tulungagung menjalani survei akreditasi bersama Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS-DHP). Upaya ini sebagai komitmen memperkuat mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien sesuai standar nasional serta regulasi terbaru Kementerian Kesehatan RI.

Rangkaian survei diawali dengan pembukaan dan briefing pada 14 Juli 2026, dilanjutkan survei daring melalui Zoom Meeting pada 15 Juli 2026 yang melibatkan seluruh kelompok kerja (pokja) dan tim akreditasi rumah sakit. Tahap berikutnya berupa survei luring berlangsung pada 20–22 Juli 2026 dengan peninjauan langsung ke berbagai unit pelayanan.

Survei dipimpin Ketua Tim Surveior LARS-DHP, dr. Raden Gunawan Effendi, bersama tiga anggota tim, yakni dr. Hendro Soelistijono, Ika Rahayu Susanti, dan Wiwin Nur Siam. Penilaian mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HU.01.07/MENKES/1596/2024 sebagai penyempurnaan regulasi akreditasi rumah sakit sebelumnya.

Ketua Tim Surveior LARS-DHP, dr. Raden Gunawan Effendi, menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar proses penilaian administrasi, tetapi menjadi momentum kolaborasi antara surveior dan rumah sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

"Kehadiran kami di RSUD dr Iskak Tulungagung adalah untuk berkolaborasi. Kami berharap kerja sama yang baik dapat terjalin selama proses akreditasi ini. Survei ini bukan sekadar ajang penilaian administratif, melainkan momentum bagi rumah sakit untuk memotret peluang perbaikan demi memperkuat budaya mutu dan keselamatan pasien," ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, menegaskan bahwa akreditasi merupakan instrumen penting dalam menjaga konsistensi mutu pelayanan kepada masyarakat.

"Akreditasi diposisikan sebagai instrumen kepastian bahwa pemenuhan standar pelayanan berjalan secara konsisten dan berkelanjutan, demi menjamin mutu serta keselamatan pasien," katanya.

Ia menambahkan, hasil akreditasi bukan menjadi akhir dari proses peningkatan kualitas layanan. RSUD dr Iskak akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan agar pelayanan kesehatan tetap efektif, efisien, aman, serta memenuhi standar nasional.

Dalam pemaparan kepada tim surveior, manajemen RSUD dr Iskak menyampaikan berbagai capaian strategis, mulai dari profil rumah sakit, capaian Indikator Nasional Mutu (INM), Indikator Mutu Prioritas Rumah Sakit (IMP-RS), Indikator Mutu Prioritas Unit (IMP Unit), pelaporan insiden keselamatan pasien, manajemen risiko dan analisis Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), hasil survei budaya keselamatan pasien, hingga evaluasi implementasi clinical pathway.

Selain menelaah dokumen setiap pokja, tim surveior juga melakukan wawancara dengan jajaran manajemen serta telusur lapangan ke berbagai unit pelayanan untuk memastikan kesesuaian antara kebijakan, dokumen, dan implementasi pelayanan di lapangan.

Melalui proses akreditasi ini, RSUD dr Iskak Tulungagung optimistis memperoleh penilaian yang objektif sekaligus masukan konstruktif sebagai dasar pengembangan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat layanan kesehatan yang profesional, unggul, aman, dan terpercaya bagi masyarakat. (lik).