HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL -Prihal satu keluarga meninggal dunia di Cireundeu Ciputat Timur, Kota Tangsel, Pemkot Tangsel sampaikan masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.
Pemkot Tangsel juga menekankan supaya masyarakat saat terdesak ekonomi bisa memilih bank konvensional dengan pinjaman lunak.
Walikota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang sangat memilukan terjadi di Cireundeu satu keluarga, suami, istri dan anak ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
“Saya prihatin dengan kejadian satu keluarga meninggal dunia. Kami masih menunggu laporan dari kepolisian dan Bapak Kapolres Tangsel karena sedang penanganan Polsek Ciputat Timur,” ujarnya ditemui di bilangan Serpong, Selasa (17/12/2024).
Kejadian itu menurutnya menjadi satu ibrah penting bagi bersama. Sesulit apapun harus mencari bantuan dan bila perlu pengurus lingkungan mengetahui agar bisa memberikan jalan keluar. Pemkot Tangsel pun jika melihat warganya terdesak seperti itu bakal hadir mencarikan solusi.
“Tapi bagaimanapun kami prihatin menjadi sebuah pembelajaran. Kalau ada masyarakat yang mengalami kesulitan seperti itu, sama RT sama RW diketahui sama lurah, kita carikan jalan keluar. Pemerintah kota Tangsel siap hadir di tengah-tengah masyarakat,” tambah ia.
Lantas bagimana upaya Pemkot Tangsel memerangi pinjaman online (pinjol), untuk tidak terjadi insiden mengerikan itu terulang bagi masyarakat Tangsel. Benyamin menyarankan agar masyarakat lebih baik datang ke bank konvensional. Karena bank lebih rasional dan sangat membantu problem masyarakat ketimbang pinjol .
“Kami serahkan kepada kementrian, aparat kepolisian karena ada yang resmi dan ada yang tidak resmi. Paling tidak kegiatan kegiatan ekonomi di masyarakat yang membutuhkan pinjaman sebetulnya dunia perbankan sudah mempunyai peminjaman lunak. BJB ada kredit mesra misalnya, sangat lunak. Kami kira yang harus disosialisasikan,” tutup Benyamin.
Diketahui, ditemukan pertama kali Minggu 15 Desember 2024 sekitar pukul 11.00 WIB, satu keluarga yang terdiri dari AF (31), YL (28), dan anak mereka AH (3) ditemukan tewas di rumahnya. YL dan AH ditemukan dalam posisi tertidur di ruang tengah, sementara AF ditemukan dalam kondisi tergantung di kamar mandi. Peristiwa ini diduga dipicu oleh masalah pinjaman online yang menjerat keluarga tersebut. (red).



