back to top
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1447 - 2025
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2025 - dan Tahun Baru 2026 2025
BerandaTangerang RayaPembinaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Lahirkan Siswa Cinta Lingkungan

Pembinaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Lahirkan Siswa Cinta Lingkungan

Pembinaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional berlangsung di SMAN 6 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Kamis (15/8/2024). Berlangsung di halaman sekolah yang diikuti seluruh siswa serta komite dan para guru yang dihadiri Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan.

Turut hadir Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan, Kepala SMAN 6 Tangsel, Yanto, Komite sekolah Al Mansyur, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel Wahyunoto Lukman, Kepala Bidang Tata Lingkungan, Doni Herawan serta Ketua Forum Adiwiyata Kota Tangerang Selatan Raden Roro Truetami Ajeng Soediutomo.


Wakil Walikota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan dalam kesempatan itu menyampaikan, penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata tidak hanya menjadi simbol prestasi akademik, tetapi juga memainkan peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan. Pilar menekankan pentingnya program Adiwiyata dalam mencetak kader-kader pelajar yang memiliki kesadaran tinggi terhadap alam dan lingkungan sekitarnya.

Simbolis-Ketua Forum Adiwiyata Kota Tangerang Selatan Raden Roro Truetami Ajeng Soediutomo menyerahkan tanaman secara simbolis kepada pihak sekolah.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa Adiwiyata lebih dari sekadar gelar, ini adalah gerakan nyata untuk menanamkan cinta terhadap lingkungan pada anak-anak kita. Mereka bukan hanya belajar tentang ilmu pengetahuan di sekolah, tetapi juga tentang pentingnya menjaga bumi kita,” jelas Pilar.

Bahwa program Adiwiyata adalah upaya strategis untuk membangun karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran kritis terhadap isu-isu lingkungan. Ia berharap bahwa kesadaran ini akan terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya sekolah-sekolah di Tangerang Selatan.

Sebab, salah satu tujuan utama dari program Adiwiyata adalah menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan sejak dini.

“Tidak semua institusi pendidikan saat ini memiliki fokus pada pendidikan lingkungan. Program Adiwiyata hadir untuk menjembatani itu, mencetak kader-kader muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap alam,” lanjutnya.

Dirinya  menggarisbawahi pentingnya membangun science of crisis di kalangan pelajar, yaitu kemampuan untuk memahami dan merespons isu-isu krisis lingkungan yang sedang terjadi.
Kesadaran ini harus dibangun sejak dini agar generasi mendatang dapat mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Adiwiyata adalah bagaimana cara membangun pribadi yang lebih kritis, punya science of crisis, bagaimana isu-isu lingkungan mereka bisa tahu sejak dini,” jelasnya.

Tentu generasi muda yang dididik melalui program Adiwiyata akan tumbuh menjadi individu yang adaptif dan tanggap terhadap isu-isu lingkungan.

Program ini diharapkan dapat membangun pribadi generasi muda yang lebih kritis dan memiliki kesadaran akan krisis lingkungan, yang sangat penting untuk masa depan.

“Adiwiyata mengajarkan bahwa pintar saja tidak cukup. Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak kita bisa menjadi pribadi yang adaptif dan kritis terhadap perubahan serta tantangan lingkungan. Ini adalah bekal yang sangat penting bagi masa depan mereka, apapun profesi yang mereka pilih nanti,” jelasnya.

Dengan program Adiwiyata, Tangerang Selatan berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menjadi penjaga dan pelindung lingkungan yang tangguh.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan sendiri telah menerima penghargaan Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), atas prestasinya terhadap pencapaian 500 sekolah adiwiyata.

Dari 1.700 sekolah negeri dan swasta tingkat SD-SMA di Kota Tangsel, ada 500 sekolah yang mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata tahun 2024 ini.

Tinjau-Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan (tengah) meninjau budidaya tanaman yang dikembangkan oleh SMAN 6 Tangsel di dampingi Ketua Forum Adiwiyata Kota Tangerang Selatan Raden Roro Truetami Ajeng Soediutomo (kanan).


“Mudah-mudahan ke depan sekolah adiwiyata di Kota Tangerang Selatan terus bertambah. Mungkin saat ini dari 1.700 sekolah negeri dan swasta se-Tangsel ada 500. Mungkin nanti besok bisa 50 persen naik, bahkan lebih sekolah adiwiyata. Sekarang sudah 30 persen lebih,” harapnya.

Sementara itu Kepala SMAN 6 Tangsel Yanto persiapan menuju Adiwiyata mandiri berharap dapat dilalui dengan lancar.

“Semoga kami bisa menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri khususnya mewakili wilayah Kota Tangsel. Tahun 2023 menjadi sekolah Adiwiyata Nasional satu satunya sekolah negeri di Banten yang meraih Adiwiyata Sekolah Nasional,” ucapnya bangga. 

Kendati demikian, tentunya masih banyak kekurangan. Ada banyak hal yang harus dilakukan sebagai komitmen Adiwiyata Sekolah Nasional, yakni terkait sarana dan prasarana yang masih belum memadai.

“Salah satunya sarana tempat sampah belum ideal. Ada 1400 siswa, maka perlu kerja ekstra dari kita untuk merubah pola pikir siswa sebagai Adiwiyata Nasional,” ucapnya.

dalam momen ini DLH Kota Tangsel turut menyerahkan bantuan berupa tong sampah, serta tanaman. Rombongan juga melakukan kunjungan di lingkungan sekolah, ke kelas-kelas, budidaya ikan dan berbagai jenis tanaman yang dikelolah SMAN 6 Kota Tangsel. (adv).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News