News and Education Versi penuh
Bogor Raya

Paripurna HJB ke-544 Digelar di Malasari, DPRD Bogor Napak Tilas Sejarah Pemerintahan Darurat

Oleh Adm 05 Jun 2026 11:47 2 menit baca

HARIANRAKYAT.ID, BOGOR — DPRD Kabupaten Bogor menggelar rapat paripurna istimewa Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di Kampung Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung. Lokasi ini dipilih untuk mengenang peran Malasari sebagai pusat pemerintahan darurat Kabupaten Bogor pada masa perjuangan kemerdekaan.

 

Rapat yang biasanya berlangsung di Gedung DPRD itu untuk pertama kalinya digelar di kawasan kaki Gunung Halimun Salak. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menelusuri jejak sejarah pemerintahan daerah.

 

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menyatakan pemilihan Malasari memiliki nilai historis kuat. Wilayah tersebut pernah menjadi pusat pemerintahan saat Agresi Militer Belanda II.

 

“Momentum HJB ke-544 ini kita manfaatkan untuk mengingat perjuangan para pendahulu yang tetap menjalankan pemerintahan di tengah perang,” ujarnya, baru-baru ini.

 

Ia menambahkan, peringatan HJB yang digelar di Malasari juga bertujuan mendekatkan sejarah kepada masyarakat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga wilayah terpencil.

 

Menurutnya, semangat perjuangan para pendiri Kabupaten Bogor harus menjadi pijakan dalam menghadapi tantangan pembangunan saat ini.

 

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan Malasari merupakan titik penting dalam sejarah daerah. Kawasan ini pernah menjadi lokasi kantor Bupati Bogor Raden Ipik Gandamana saat pemerintahan darurat. Ia mengingatkan pembangunan tidak boleh terpusat di kota semata.

 

“Jangan sampai wilayah yang menjadi titik awal berdirinya Bogor justru tertinggal dalam pembangunan,” tegas Rudy.

 

Rudy menyebut masih ada sejumlah wilayah yang menghadapi keterbatasan infrastruktur, seperti pendidikan, kesehatan, dan akses dasar lainnya. Karena itu, Pemkab Bogor berkomitmen mendorong pemerataan pembangunan di seluruh 40 kecamatan.

 

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan, menjelaskan konsep rapat paripurna tahun ini dibuat sederhana dan menyatu dengan lingkungan.

 

Fasilitas sidang menggunakan meja dan bangku sekolah, namun tetap menjaga kekhidmatan acara.

 

“Ini paripurna yang berbeda dan bersifat monumental. Semua dipusatkan di Malasari untuk mengenang kantor bupati lama,” kata Irwan.

 

Pemkab Bogor sebelumnya telah menetapkan Desa Malasari sebagai pusat rangkaian HJB ke-544. Selain rapat paripurna, upacara peringatan juga digelar di Kampung Citalahab dengan konsep sederhana dan melibatkan masyarakat.

 

Pemilihan Malasari diharapkan memberi dampak ekonomi langsung bagi warga, mulai dari pemanfaatan homestay, rumah penduduk, hingga keterlibatan masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan. (din).

Topik terkait
Hari Jadi Bogor 544 DPRD Kabupaten Bogor Desa Malasari Nanggung Paripurna HJB Bogor Sejarah Bogor Pemerintahan Darurat Bogor Sastra Winara Rudy Susmanto Pembangunan Bogor Bogor Barat Kampung Citalahab Berita Bogor Hari Ini Pemerataan Pembangunan