News and Education Versi penuh
Bogor Raya

Tajurhalang Fest Meriahkan HJB 544, Budaya Rakyat Bergema

Oleh Adm 20 Jun 2026 00:12 3 menit baca

HARIANRAKYAT.ID, TAJURHALANG – Riuh tawa dan warna-warni budaya membanjiri halaman Kantor Kecamatan Tajurhalang saat peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Dalam balutan tajuk “Tajurhalang Fest Pesta Rakyat”, masyarakat larut dalam perayaan yang bukan sekadar hiburan, melainkan juga napas kebersamaan dan harmoni antara manusia dan alam, Sabtu (21/6/2026).

 

Sejak pagi, langkah kaki warga menyatu dalam irama jalan santai yang mengalir dari Setu Tonjong menuju kantor kecamatan. Udara pagi seakan membawa doa, ketika prosesi ngalokat cai kahuripan digelar. Sebuah simbol penyucian dan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas sumber kehidupan.

 

Camat Tajurhalang, Ivan Pramudia, menuturkan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan penebaran benih ikan di Setu Tonjong, dilanjutkan pelepasan burung ke angkasa dan penanaman pohon di sekitarnya.

 

“Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa manusia adalah bagian dari alam. Kita merawatnya dan ia memberi kehidupan,” ujar Ivan.

 

Ia menambahkan, air dan tanah yang diambil dari wilayah Tajurhalang dalam rangkaian prosesi tersebut memiliki makna simbolik yang mendalam. Menurutnya, air dan tanah itu akan diserahkan kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto, pada saat upacara peringatan HUT RI mendatang sebagai representasi kearifan lokal dan kekuatan alam daerah.

 

Ratusan warga yang mengikuti jalan sehat tidak hanya berjalan, tetapi juga membawa semangat menjaga lingkungan. Dengan trash bag di tangan, mereka memungut sampah di sepanjang rute, menjadikan langkah mereka sebagai gerakan kecil penuh makna besar.

 

Di halaman kecamatan, denyut budaya kian terasa. Denting musik tradisional berpadu dengan riuh tepuk tangan saat sanggar tari menampilkan gerak gemulai khas Sunda. Sementara itu, lenong Betawi hadir dengan canda yang renyah, menghidupkan panggung rakyat dalam balutan tradisi yang tak lekang oleh zaman.

 

Tak hanya itu, atraksi barongsai turut menyemarakkan suasana, menjadi simbol keberagaman yang hidup berdampingan. Festival ini seperti mozaik budaya, menyatukan warna Sunda, Betawi, hingga sentuhan nasional dalam satu panggung kebersamaan.

 

Di sudut lain, geliat ekonomi rakyat pun berdenyut. Puluhan pelaku UMKM memamerkan produk kuliner dan fesyen lokal yang menggoda selera dan mata. Gerakan pangan murah serta layanan publik seperti pembukaan rekening bank turut melengkapi kebutuhan masyarakat dalam satu ruang interaksi sosial.

 

“Ada puluhan UMKM yang terlibat dan berbagai pentas seni budaya lokal kami hadirkan untuk masyarakat. Ini sejalan dengan instruksi Bupati dalam memeriahkan HJB ke-544,” jelas Ivan.

 

Tajurhalang Fest bukan sekadar perayaan. Ia adalah cermin kehidupan masyarakat di mana budaya dirawat, alam dijaga, dan ekonomi rakyat digerakkan. Dalam setiap tawa dan langkah, terselip harapan agar tradisi dan kebersamaan ini terus tumbuh, seperti pohon yang ditanam di tepian Setu Tonjong mengakar kuat, menjulang ke masa depan.

Turut dihadiri jejaran pengurus Karang Taruna dan KNPI Kecamatan Tajurhalang, para kepala desa se kecamatan Tajurhalang dan tokoh masyarakat. (din).

 

 

 

 

Topik terkait
HJB 544 Kabupaten Bogor Kecamatan Tajur Halang Seni Budaya Tajurhalang Fest Camat Tajurhalang Ivan Pramudia Situ Tonjong Ulang Tahun Hari Jadi