HARIANRAKYAT.ID, BOGOR-Layanan dasar kesehatan di Kabupaten Bogor dipastikan optimal. Namun untuk mencapai arah itu, perlunya meningkatkan layanan kesehatan dan jumlah Rumah sakit milik daerah Kabupaten Bogor.
Ketua Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara menjelaskan dengan jumlah penduduk dan luas wilayah yang ada, Kabupaten Bogor tidak cukup jika hanya dilayani 4 RSUD. Hal ini untuk menunjang optimalisasi bagi masyarakat, terutama yang terseber di seluruh wilayah.
“Jadi warga Bogor Barat jika ada warganya yang sakit tidak hanya mengandalkan RSUD Leuwiliang,” jelas Sastra.
Lebih lanjut dikatakan, Kabupaten Bogor memiliki jumlah penduduk yang padat ditambah dengan geografis yang cukup luas. Seperti warga di Kecamatan Parungpanjang, Rumpin dan Tenjo harus ke rumah sakit di kota atau daerah tetangga Bogor jika harus mendapat penanganan medis.
“Karena jika berobat ke RSUD Leuwiliang, jaraknya lebih jauh dan harus ditempuh perjalanan cukup lama,” katanya.
Dirinya berharap Kabupaten Bogor, khususnya Bogor Barat memiliki pelayanan kesehatan yang baik sangat dibutuhkan kepada masyarakat.
“Saya meminta Kepala Bapperida di tahun 2026 ini penambahan fasilitas kesehatan bisa menjadi masuk dalam perencanaan,” jelasnya.
Masuknya rencana ini ke dalam blueprint pembangunan 2026, Sastra Winara menargetkan realisasi fisik atau operasional bisa mulai dirasakan pada tahun 2027.
“Fokus utamanya adalah daerah yang selama ini paling jauh dari jangkauan RSUD, yakni Parung Panjang dan Tenjo” ucapnya.
Selain itu, Sastra juga juga mengapresiasi Kabupaten Bogor yang telah mencapai predikat Universal Health Coverage.
Ia menyebutkan, hampir seluruh warga sudah terjamin untuk fasilitasnlesehatan. Tetapi, harus diimbangi dengan fasilitas mumpuni. (*).



