back to top
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Hari Buruh 1 mei 2024
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Hari Buruh 1 mei 2024
BerandaTangerang RayaOgah Terima Hibah, TaCo Konsisten Jaga Integritas 

Ogah Terima Hibah, TaCo Konsisten Jaga Integritas 

KOTA TANGSEL–Bertambahnya usia, bukan semata hitungan bilangan, lebih dari itu, mengandung makna mendalam. Bagi Tangsel Connection (TaCo) organisasi masyarakat yang lahir pada 12 Maret 2018 silam, konsisten menjaga integritas yang diyakini lebih dari apapun, sehingga mampu berdiri sendiri tidak tergantung dengan pihak lain termasuk menolak terima hibah APBD.

Kemarin Jumat 17 Maret 2023, organisasi masyarakat yang telah dicatut Kemenkumham ini, merayakan hari jadinya yang kelima. Sebagai tanda syukur, turut berbagi sedekah kepada yatim sebanyak 50 anak, 30 dari Rawa Mekar Jaya, sisanya dari Pondok Jagung, berlangsung di Waroeng  Lengkong, Serpong Utara Kota Tangsel, Provinsi Banten.

TaCo dikomandoi H Hartono Warsito, pengusaha asal Yogyakarta ini, namanya melambung, di jagad bisnis Batubara dengan sosok ayah, berparas begitu sederhana. Di tangan warga Pamulang ini, TaCo konsisten menjaga marwah, tanpa ada embel-embel bantuan dana hibah dari Pemkot Tangsel. TaCo menampakkan wujud aslinya, sehingga wajar, kiprahnya dapat dirasakan oleh masyarakat, pemerintah dan legislatif.

TaCo secara murni menggenggam prinsip, bagaimana bisa berkontribusi untuk masyarakat serta tatanan pemerintahan Kota Tangsel. Tidak lebih dari itu. Senafas dengan niatan berbagi tabungan amal jariah untuk akhirat, dengan santunan dan silaturahmi, sekaligus menyajikan sarasehan bertajuk “Era Kolaborasi Satu Gagasan Satu Tindakan Untuk Tangsel yang Berkemajuan”. Tema ini menurut H Hartono sangat relevan sesuai dengan nafas TaCo, berperan sebagai jembatan atau penyambung satu titik dengan titik lain.

 “Alhamdulillah selama lima tahun kita mengabdi untuk masyarakat yang mana TaCo berperan menjembatani aspirasi yang tersumbat tatkala mereka (masyarakat) menghadapi ketimpangan pembangunan Kota Tangsel,” ujarnya.

TaCo berkolaborasi untuk bisa menyelesaikan solusi terkait dengan permasalah yang dihadapi masyarakat Kota Tangsel. Niatan yang tulus dan mulia itu, telah terpatri sejak dalam pikiran, kemudian dilahirkan dalam tindakan konkret.

“Pada prinsipnya TaCo selalu berperan dan berkiprah untuk mengabdi kepada masyarakat. Murni selama lima tahun ini, meskipun organisasi perkumpulan, namun sudah berbadan hukum mempunyai pengesahan Kemenkumham. Namun sama sekali tidak mengandalkan hibah, supaya kita berpikiran secara mandiri dan integritasnya terjaga,” tambah Pria berkumis itu.

TaCo berada di tengah-tengah, antara masyarakat dan pemerintah yang ditopang oleh  seluruh anggota dengan latar belakang,  aktivis, pemerhati, eksekutif, legislatif dan pengusaha.

Dilokasi yang sama, Sekretaris Umum TaCo, Suhalimi Ismedi, menyatakan kontribusi TaCo selalu diterima oleh eksekutif dan legislative, apalagi masyarakat, karena kontribusi yang disampaikan secara apa adanya, tanpa ada sesuatunya yang diharapkan. Ini semua tidak lepas dari peran Presiden TaCo, H Hartono. Ismedi menganalogikan, bak paham Mu’tazilah yang berpaku pada akal, bahwa tidak berpijak di kanan dan di kiri tapi di tengah-tengah.

“Manzilah baina manzilatain” tidak di sini dan tidak di situ, jadi di tengah-tengah sehingga mudah diterima. Ia (H Hartono) juga sosok yang memiliki aset, akses dan akseptabel, ini lah yang tidak dimiliki figur seorang pimpinan yang memiliki kapasitas itu semua. Sehingga Presiden TaCo tidak ada Conflict of interest di dalamnya,  dengan demikian hubungan dengan semua pihak, bisa diterima. Maka disinilah keberadaan TaCo bisa diperhitungkan,” kelakar pria bersuara parau itu.

Bukti itu, ia nyatakan, banyak petinggi legislatif dan eksekutif tidak bisa mengikuti acara, gerak cepat (gece)   WhatsApp  pribadi (wapri), sebagai bentuk penghormatan dan rasa tidak enak, sebagai adat timur. Mulai dari pimpinan DPRD, ketua-ketua fraksi dan komisi-komisi, termasuk dari unsur eksekutif. Karena mereka tahu persis di mana keberadaan TaCo ini memberikan efek positif.

Kendati tidak pernah salam templek seperti tradisi ulama, antara TaCo dengan pemerintah Kota Tangsel dengan wujud hibah, namun setiap ada musibah besar, banjir, longsor yang membutuhkan uluran tangan masyarakat Indonesia, TaCo acap kali berkiprah. Baru-baru ini, gempa bumi di Cianjur, TaCo mengirimkan bantuan kemanusiaan ke sana. Pada aspek lain, tidak saja sampai pada sisi sosial kemanusiaan, tetapi mampu merambah pada sisi tataran politik praktis, TaCo tak ingin bersinggungan.

“Even politik, kita tidak masuk ke dalam politik praktis, yang mana TaCo adalah bagian komunitas yang populis, di dalamnya banyak politisi, eksekutif dan pengusaha, serta berbagai macam kelompok masyarakat,” ujar pria berkacamata itu.

Berkaitan dengan elaborasi, yang ditekankan  Ismedi,  jika era kepemimpinan Benyamin-Pilar belum semua bawahannya, bisa menangkap pesan yang disampaikan orang nomor satu di Kota Tangsel itu, sehingga banyak yang tidak mampu mengelaborasi.

“Maka ketika kita melihat ada kekurangan, TaCo hadir di situ memberikan kontribusi, dengan mengundang para narasumber kompeten, dari Kadishub Chaerudin, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Tangsel  Effy Karinawaty, Kaban Kesbangpol, Chaerul Saleh dan Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Toto Sudarto, serta Komandan Batalyon Kavaleri 9 Letkol Kav Aidil Hajri, M.Han,” tutupnya. (Sudin Antoro).

BalasTeruskan

Tinggalkan Pesan

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News