back to top
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1447 - 2025
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2025 - dan Tahun Baru 2026 2025
BerandaTangerang RayaNetralitas ASN & Sebaran Hoaks Paling Rentan Saat Pilkada, Bawaslu Tangsel Libatkan...

Netralitas ASN & Sebaran Hoaks Paling Rentan Saat Pilkada, Bawaslu Tangsel Libatkan Wartawan  

HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengajak berbagai komponen untuk mengawasi jalannya Pilkada serentak 2024. Dalam sosialisasi yang digelar di Lantai Tiga Gedung Bawaslu Kota Tangsel pada Kamis (15/8/2024) melibatkan wartawan hadir sebagai peserta.

Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhamad Acep menyampaikan bahwa dalam melakukan berbagai upaya untuk proses penyelenggaraan Pilkada ada banyak yang harus dilakukan untuk pengawasan. Salah satunya soal netralitas ASN dimana kerap menjadi persoalan setiap kali pesta demokrasi yang dinilai paling rentan.

“Soal netralitas ASN dan Tangsel punya pengalaman itu pada 2010 yang mengakibatkan pemungutan suara ulang dan itu yang menjadi isu yang tidak pernah berhenti di Pilkada dan Pemilu,” ujarnya.

Tentu Bawaslu akan bekerja keras untuk melakukan pengawasan dan pemantauan menuju ASN  netral. Tentu jika melanggar aturan ada konsekuensinya yang harus ditanggung. 

“Alhamdulillah pada 2015 maupun 2020 berkurang terkait pelanggaran. Mudah-mudahan 2024 nol kasus. Tapi kan kita tidak bisa pesimis seperti itu. Maka ini yang kami berikan,” ia merinci.

Termasuk juga memberikan edukasi kepada para ASN mana yang boleh dan tidak boleh. Rambu-rambu harus diberikan supaya mereka memahami aturan-aturan yang berlaku. Jika tidak diberikan edukasi khawatir mereka tanpa sengaja atau memang sengaja mendukung salah satu calon dan mempromosikan kepada publik.

” Merasa nanti dapat dilihat bahwa mereka didukung dan sebagainya. Kadang ASN  ada yang genit memposting di facebook maupun Instagram. Itu yang kita awasi,” jelasnya.

Prinsipnya hanya tiga yang diperbolehkan bagi ASN  pertama melihat foto pasangan calon, kedua membaca visi misi paslon dan ketiga hadir dalam kampanye untuk mendengarkan dan melihat. “Selebihnya tidak boleh apalagi menunjukkan gestur dan lain sebagainya,” tegas Acep.

Hal lain yang sangat rentan dalam penyelenggaraan Pilkada adalah berita hoaks. Baik pada ranah media mainstream maupun di media sosial.

“Ini yang sedang kita diskusikan, sebenarnya RI turunan ke bawah membuat cyber anti hoaks. Kalau di Pemilu kita ada kader pengawasan hoaks. Sekarang sedang kita upayakan,” tutupnya. (din).

BalasTeruskanTambahkan reaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News